Pertalite Langka di SPBU Sungai Penuh

Hampir sepekan ini Bahan Bakar Minyak (BBM) langka di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kerinci

Pertalite Langka di SPBU Sungai Penuh
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Hampir sepekan ini Bahan Bakar Minyak (BBM) langka di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Khususnya jenis pertalite, sulit didapat warga. Untuk mendapatkan BBM para pengendara harus antri panjang pada waktu tertentu. Pantauan Tribun di lapangan kemacetan panjang terlihat di SPBU Pelayang Raya dan Kumun Sungaipenuh. Beberapa pengendara terlihat antre, bahkan ada yang keluar dari mobil karena menunggu lama.

Adri seorang pengendara mengaku sudah antre sejak pukul 06.00 Wib baru mendapat giliran pukul 08.00 wib. Pria dari Ujung Pasir ini mengataka tak biasanya BBM jenis pertalite langka.

"Sulit dapat BBM di SPBU sekarang. saya tidak tahu kenapa bisa sulit dapatkan BBM," jelasnya

Sedangkan sampai jam 11.00 Wib BBM sudah habis di SPBU, sehingga pedagang BBM eceran makin ramai di jalan. Dengan menjual harga pertalite perliter Rp10 ribu.

Sementara itu, salah satu petugas SPBU Pelayang Raya mengatakan, antrean terjadi karena BBM yang datang sedikit. "Ya, minyak masuknya sedikit jadi antre, kalau jeriken sudah tidak kami isi lagi, saya kurang tahu kenapa sedikit masuknya," terang petugas SPBU Pelayang Raya yang minta namanya tidak ditulis.

Sementara itu, Zulpadri Kepala SPBU Kumun mengatakan dirinya tidak tahu kenapa terjadi antre panjang padahal pasokan kalau di SPBU Kumun stabil yakni satu tangki solar dan 4 pertalite.

"Saya dengan antrean panjang karena SPBU di Pelayang Raya dan Siulak pasokannya sedikit, namun dirinya tidak tahu kenapa masuknya sedikit," jelasnya.

Dia mengatakan, sekarang BBM pukul 13.00 Wib sudah habis karena banyak yang datang membeli. Ia mengakui terjadi peningkatan konsumsi BBM.

"Disini habis minyak sekitar pukul 13.00 WIB, sudah habis, minyak datang malam di atas pukul 22.00 WIB," ungkapnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved