Kasus Ahok

Di Majelis Hakim, Ahok Jelaskan Alasannya Mengutip Ayat di Surat Al Maidah

Tersangka kasus dugaanpenistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ungkap alasannya menyitir Surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka,

Di Majelis Hakim, Ahok Jelaskan Alasannya Mengutip Ayat di Surat Al Maidah
Wartakotalive.com/Suprapto repro KompasTV
Basuki Tjahaja Purnama saat sebelum jalani sidang di PN Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016) 

TRIBUNJAMBI.COM - Tersangka kasus dugaanpenistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ungkap alasannya menyitir Surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September lalu.

Ahok membacakan nota keberatan atas dakwaan dugaanpenistaan agama. Ahok mengaku ucapannya, yang menyitir SuratAl Maidah ayat 51 tidak ditujukan untuk menista dan menghina agama Islam

"Jelas, yang saya utarakan di Kepulauan Seribu, bukan dimaksudkan untuk menafsirkan surat Al Maidah," ujar Ahok di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Desember 2016.

Ahok sedang menyampaikan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan yang baru dibacakan majelis hakim

Ahok, yang merupakan salah satu calon Gubernur DKI di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 mengatakan, perkataan ditujukan untuk para politisi yang menurutnya sering memanfaatkan ayat untuk tujuan politik.

Ahok berkaca saat mencalonkan diri saat Pilkada Bangka Belitung 2007.

Saat itu, beredar selebaran yang mengutip ayat itu supaya warga Babel tidak memilihnya sebagai Gubernur Babel. Ahok adalah calon kepala daerah yang beragama Kristen Protestan. Sementara warga Babel mayoritas Muslim.

Ahok berpandangan, saat itu ada lawan politik yang tidak bisa bersaing secara sehat.

Mereka, kemudian menggunakan isu terkait Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA), salah satunya menyebarkan Surat Al Maidah ayat 51 upaya warga tidak memilihnya.

"Ucapan itu untuk para politisi yang memanfaatkan surat Al Maidahsecara tidak benar," ujar Ahok.

Editor: rahimin
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help