Jalan Rusak

Sepanjang 610 KM Jalan Kerinci Rusak, Bupati Ingatkan Kontraktor

Dari 933,12 kilometer ruas jalan kabupaten Kerinci hingga saat ini masih banyak terdapat beberapa jalan

Sepanjang 610 KM Jalan Kerinci Rusak, Bupati Ingatkan Kontraktor
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Dari 933,12 kilometer ruas jalan kabupaten Kerinci hingga saat ini masih banyak terdapat beberapa jalan yang mengalami kerusakan berat dan ringan.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kerinci, jalan dalam kondisi baik sepanjang 320,69 KM, rusak ringan sepanjang 318,56 KM sedangkan kategori rusak berat 292, 07 KM.

"Kalau untuk total keselurahan ruas jalan yang dikelola di kabupaten Kerinci sepanjang 933,12 Kilometer, tapi kita terus memperbaiki jalan yang ada dalam kabupaten Kerinci," kata Harmin, Kadis PU kabupaten Kerinci.

Dia menyebutkan untuk permukaan jalan dalam kabupaten Kerinci yakni jalan beton ada sepanjang 136,35 kilometer, jalan ACWC 241,16 km, jalan ACBC 68,45 km.

"Sedangkan jalan kerikil dikerinci ada sepanjang 155,30 km, jalan tanah 336,36 km, yang berbatu 5,60 km," bebernya.

Beberapa titik jalan yang rusak di antaranya jalan Sebukar menuju perbatasan Kota Sungai Penuh. Jalan dari Simpang Semerah menuju lokasi wisata Koto Petai, Kecamatan Danau Kerinci. Selain itu jalan Pungut ke Hiang. Jalan di Lolo Kecamatan Gunung Raya serta beberapa titik jalan kabupaten lainnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci H. Adirozal minta pembangunan infrastruktur dalam Kabupaten Kerinci harus berkualitas dan tidak asal jadi sehingga bermanfaatkan bagi masyarakat.

"Kita ingin infrAstrutur Kerinci bukan asal jadi, tapi bagaimana pembangunan infrastruktur kita betul-betul berkualitas," katanya.

Dia juga tidak menginginkan pembangunan infrastruktur di Kerinci belum sampai 2 tahun sudah mengalami kerusakan. "Kita tidak ingin pembangunan infrastruktur belum sampai diujung sudah rusak. maka pembangunan yang kita bangung termasuk pembangunan gedung harus berkualitas," tegasnya.

Mantan Wakil Walikota Padang Panjang ini juga menegaskan jika ada pihak ketiga atau kontraktor yang membangun proyek asal jadi harus ditindak tegas.

"Kalau ada kontraktor yang membangun tidak sesuai dengan spesifikasi atau asal jadi, tahun depan jangan di ikutkan lagi," tandasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved