rahasia panjang umur dari berbagai negara di dunia

Meskipun umur merupakan rahasia yang telah ditentukan oleh Tuhan. Harapan memiliki umur panjang pasti ada di benak setiap orang

rahasia panjang umur dari berbagai negara di dunia
Hai-Online
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Mempunyai umur yang panjang merupakan harapan setiap orang yang selalu diucapkan ketika usia semakin menua.

Meskipun umur merupakan rahasia yang telah ditentukan oleh Tuhan. Harapan memiliki umur panjang pasti ada di benak setiap orang. Salah satu cara buat mengusahakan agar badan selalu sehat adalah dengan mulai menjaga asupan gizi dan pola makan.

Dalam ilmu statistik, dikenal istilah Angka Harapan Hidup. Angka harapan hidup adalah alat buat mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya.

Dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya.

Angka Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan progam pembangunan kesehatan, dan progam sosial lainnya.

Seperti kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori, serta progam pemberantasan kemiskinan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Angka Harapan Hidup di Indonesia berada di angka 70,1 Tahun pada periode tahun 2010-2015. Ini meningkat dari periode tahun 2005-2010 yang berada di angka 69,1 Tahun.

Banyak faktor yang dianggap memengaruhi tingginya angka harapan hidup di beberapa negara.  Pola hidup sehat adalah salah satu elemen kunci rahasia memiliki umur panjang di beberapa negara yang memiliki angka harapan hidup tinggi.

Seperti di Spanyol dan Swis yang memiliki pola hidup rendah lemak dan kalori. Selain itu, gaya hidup yang sehat dan tingkat stres juga merupakan salah satu faktor yang dianggap berpengaruh menjaga kesehatan.

Selain itu, ada juga beberapa kebiasaan yang dianggap berpengaruh terhadap usia panjang beberapa warga di dunia.

Kebiasaan-kebiasaan baik ini bisa kita contoh dan terapkan agar kita selalu memiliki tubuh yang sehat. Seperti dikutip dari The Sun, ini dia rahasia panjang umur dari berbagai negara di dunia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: bandot
Sumber: Hai
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help