Persiapan Biennale Seharusnya Dua Tahun

Suwarno Wisetrotomo selaku kurator Biennale Sumatera 3 di Jambi mempunyai catatan sendiri

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM - Suwarno Wisetrotomo selaku kurator Biennale Sumatera 3 di Jambi mempunyai catatan sendiri mengenai Bienale Sumatera kali ini.

Suwarno mencatat hingga pelaksanaan Biennale ketiga ini masih juga ada permasalahan terkait waktu yang mepet, anggaran penyelenggaraan yang minimal. “Permasalahan anggaran yang kecil menghambat persiapan dan membuat penyelenggaraannya yang kurang ideal,” katanya, pada Rabu (23/11).

Terkait aspek waktu, kelemahannya adanya kepanitiaan selalu diputuskan dalam waktu yang pendek.

“Sehingga panitia jungkir balik menyiapkan segalanya,” ungkap Dosen Fakultas Seni Rupa dan Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.

 Aspek waktu ini juga turut menyentuh persoalan kedalaman riset kurator. “Tak cukup waktu untuk riset, kurator tak cukup waktu untuk melakukan dialog, riset, dan memilih seniman dan karyanya,” katanya.

 Suwarno mengatakan idealnya persiapan Biennale begitu tempat ditentukan penyelenggara harus segera rapat membicarakan Biennale berikutnya.

 “Jadi menyiapkan Biennale idealnya adalah dua tahun sebelumnya. Minimal setahun sebelumnya,” katanya.

 Persiapan ini menurutnya untuk mematangkan riset dan persiapan lain. Sedangkan kali ini persiapan sangat singkat.

“Sehingga tak cukup waktu untuk riset, kurator juga tak cukup waktu untuk melakukan dialog, riset, dan memilih seniman dan karyanya,” ungkapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: fifi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help