Kades dan BPKAD Beda Soal Pemotongan Dana

Pencarian Dana Desa (DD) untuk 205 desa di Kabupaten Merangin, sudah rampung. Hanya saja

Kades dan BPKAD Beda Soal Pemotongan Dana
TRIBUN JAMBI/MUHLISIN
Suasana asri di salah satu di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pencarian Dana Desa (DD) untuk 205 desa di Kabupaten Merangin, sudah rampung. Hanya saja pencairan Dana Desa 40 persen terakhir ini meninggalkan persoalan bagi beberapa kepala desa (kades).

Beberapa kades mengatakan agak heran dengan pencairan DD tahap II. Karena jumlah masuk ke rekening desa tak sesuai angka APBDesa. Melainkan berkurang beberapa juta.

Seorang kades di Kecamatan Nalo Tantan mengakui hal ini. Ia menyebut DD yang masuk minus empat juta rupiah dibanding total APBDesa.

"Memang sudah masuk semua ke rekening desa. Tapi jumlahnya kurang. Ado kekurangan empat jutaan dari seharusnyo sesuai APBDesa," ujar kades yang meminta namanya tak ditulis, Rabu (30/1).

Ia mengatakan tak mengetahui alasan terpangkasnya dana yang masuk. Pasalnya tidak ada pemberitahuan yang ia terima dari instansi mana pun mengenai pemotongan DD tersebut.

"Seharusnya kan total Rp 600 juta lebih yang masuk. Itu sesuai APBDesa kami. Tapi masuknya kurang. Dari pemda juga tidak ada pemberitahuan," ujarnya lagi.

Beberapa kades lainnya juga mengakui hal serupa. Tanpa pemberitahuan resmi, ternyata DD yang mereka terima berkurang. Jumlah kekurangan bervariasi antara satu hingga enam juta rupiah.

"Kami juga sama. Tapi kurangnya satu jutaan. Ada kawan yang kurangnya sampai enam juta. Ini kan menyangkut SPj (surat pertanggungjawaban). Bagaimana nanti SPjnya," ujar kades lainnya.

Hanya saja hal ini dibantah Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Merangin, Amir Achmad. Ia mengatakan tak ada laporan mengenai pemotongan dana. Pemerintah pusat dan daerah juga menurutnya tak ada melakukan pemotongan.

"Sudah cair semuanya 100%. Setahu saya cairnya ya sesuai anggaran. Tidak ada pemotongan. Baik oleh pusat ataupun daerah," ujar Amir.

Ikuti kami di
Penulis: muhlisin
Editor: fifi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help