Ibu Rumahtangga Ini Kurir Narkoba, Diupah Rp 10 Juta Sampai ke Tujuan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi kembali mengamankan seorang ibu rumah

Laporan wartawan Tribun Rian

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi kembali mengamankan seorang ibu rumah tangga (IRT) kurir narkoba jenis sabu, Jumat (25/11) lalu. Pelaku adalah Nur Aida (34) warga Matamamplam, Provinsi Aceh.

Dia diamankan di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Kilometer (KM) 40, Kecamatan Bathin II, Kabupaten Muara Bungo membawa sabu seberat 6 Ons menggunakan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dari Medan.

Informasi yang dihimpun Tribun, perempuan dua orang anak itu ditelepon oleh seseorang yang diduga bandar sabu untuk datang ke Medan. Ia ditawari untuk membawa 6 ons sabu itu ke Kota Palembang diupah uang Rp 10 juta.

Ia menyanggupinya. Kemudian, warga Aceh itu, dari Medan melintas dengan bus. Sesampainya di Jambi sekira pukul 22.30, anggota Subdit I dan II Ditresnarkoba Polda Jambi telah bersiaga. Buspun disetop.

Nur diperiksa dan didapati 6 bungkus sabu dari dalam kotak paket dan disimpan dalam tas hitam. Dia tak dapat berkilah dan mengakui bahwa barang haram itu didapatnya dari seseorang. Pelaku pun langsung digiring ke Mapolda Jambi untuk pemeriksaan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Ade Sapari mengatakan, sabu itu jika diuangkan mencapai Rp 700 juta. Menurutnya, sabu dari Medan itu masih ada jaringan di Jambi.

"Dia ini kurir. Pengakuannya baru sekali mengantar barang haram dengan upah yang cukup menggiurkan baginya," ujar Ade Sapari kepada wartawan di Mapolda, Rabu (30/11).

Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait keterlibatan pelaku dan jaringannya di Jambi. "Kita selidiki lagi. Ini juga ada kaitannya dengan jaringan yang ada di Jambi. Kita masih kembangkan," jelasnya.

Untuk diketahui, Polda Jambi dan jajaran dalam kurun waktu satu bulan belakangan ini sudah dua kali menggagalkan pengiriman paket narkoba jenis sabu dalam jumlah besar. Menariknya, kurir yang ditangkap merupakan perempuan.

Sebelumnya, seorang perempuan asal Aceh bernama Ernawati ditangkap anggota Ditresnarkoba Polda Jambi dan Polres Muaro Jambi, karena membawa lebih kurang 2 kg sabu-sabu. Rencananya, barang haram itu akan diantarkan Ernawati ke Lampung.

"Sepertinya perempuan menjadi modus untuk peredaran narkoba di wilayah Sumatera. Itu dilakukan bandar untuk mengecoh orang-orang dan petugas agar tak dicurigai," pungkasnya. (adi)

Ikuti kami di
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help