Hendak Melaporkan Dugaan Pemerasan, Pengusaha Kosmetik Malah Adu Mulut dengan Ahok

Lourda Hutagalung (60), pengusaha kosmetik di Jalan Perjuangan, Jakarta Barat, beradu mulut

Hendak Melaporkan Dugaan Pemerasan, Pengusaha Kosmetik Malah Adu Mulut dengan Ahok
Warta Kota
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mendengar pengaduan warga di Rumah Lembang, Jakarta, Senin (15/11/2016). Setiap pagi, dari Senin hingga Jumat, Ahok akan menerima pengaduan warga mengenai permasalahan Ibu Kota di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta. 

TRIBUNJAMBI.COM, MENTENG - Lourda Hutagalung (60), pengusaha kosmetik di Jalan Perjuangan, Jakarta Barat, beradu mulut dengan calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama aliasAhok.

Lourda mengadu ke Ahok karena diperas oleh oknum pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Lourda yang telah menjalani bisnis kosmetik selama 20 tahun itu, mengaku kaget.

Sebab, pada 2017 nanti ada perubahan peruntukan di tempat usahanya. Yang tadinya diperkenankan untuk berbisnis, tapi tak diperkenankan lagi. Tak lama berselang, oknum pejabat meminta Rp 200 juta agar bisnisnya 'diamankan'.

"Kami diminta beberapa ratus juta," ujar dia di Rumah Lembang, Menteng, Rabu (30/11/2016).

Menanggapi keluhan Louda, awalnya Ahok merespons dengan tenang. Kemudian, Ahok menyarankan agar praktik pemerasan itu direkam menggunakan kamera, sehingga ada bukti pemerasan.

Sebab, ucap Ahok, banyak oknum yang mengubah peta peruntukan untuk memeras pengusaha. Sampai saat ini, Inspektorat DKI masih mencari siapa saja oknum tersebut.

Kemudian, Ahok menuding Lourda seakan ingin menyogok. Lourda membantah pernyataan Ahok. Adu mulut keduanya pun tak terelakkan. Satu sama lain tak ada yang mengalah dengan argumennya.

Nada Ahok lantas meninggi. Ahok heran, kenapa Lourda baru melaporkannya saat dia tengah cuti sebagai gubernur DKI Jakarta. Sehingga, tak ada yang bisa dilakukannya untuk menindaklanjuti laporan Lourda, hingga dia masuk kembali pada 15 Februari 2017.

"Sekarang saya tanya, apakah urusan ibu akan beres dengan sogok uang kasih ke mereka? Kalau saya enggak kasih izin untuk beresin?" tanya Ahok.

"Ya enggak tahu," jawab Lourda.

"Enggak bisa. Kalau saya bilang aturannya enggak boleh, mau potong kepala saya pun enggak boleh," tutur Ahok.

Ahok bahkan sempat menyindir ibu itu yang mengaku lulusan dari perguruan tinggi negeri terkenal, namun tidak mau mendengarkan penjelasan Ahok dan malah memotong pembicaraan.

"Saya jadi suudzon, maaf bu ya. Kadang yang datang ke depan saya ini justru koordinator. Maaf bu ya, koordinator atau melanggar. Kadang pengusaha itu sebetulnya lebih suka nyogok. Mereka mulai ngeluh kalau nyogoknya kebanyakan," cecar Ahok.

"Pak, saya tiap hari ke sini mau ngadu ini, masa dituduh begitu. Saya sumbang Ahok saja sudah berapa," bantah Lourda tidak terima dengan kecurigaan Ahok, sambil memasang wajah masam.

"Ibu sabar dulu, ibu sabar dulu. Peristiwa ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Kenapa ibu datang ke saya setelah saya cuti? Itu pertanyaan saya, makanya saya bingung. Tahu enggak? Tiap pagi saya pasang kursi di Balai Kota terima aduan. Saya bingung kalau hari ini saya sudah cuti, baru ngoceh-ngoceh ke saya," beber Ahok.(Dennis Destryawan)

Ikuti kami di
Editor: fifi
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help