Drama Kolosal Perjuangan Depati Parbo Pukau Hadirin

Ada yang menarik dalam Upacara Besar Nusantara Bersatu yang digelar Kodim 0417 Kerinci

Drama Kolosal Perjuangan Depati Parbo Pukau Hadirin
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Ada yang menarik dalam Upacara Besar Nusantara Bersatu yang digelar Kodim 0417 Kerinci di lapangan Pemda Kerinci, Rabu (30/11). Yakni penampilan drama kolosal yang memperlihatkan perjuangan pahlawan Kerinci Depati Parbo melawan penjajah, kolonial Belanda.

Depati Parbo yang lahir di Lolo Kecil, Kecamatan Gunung Raya Kerinci terkenal sebagai ahli strategi perang. Sebagai panglima perang, Depati Parbo memimpin rakyat Kerinci melawan Belanda sejak 1903-1906.

Dalam drama kolosal yang diperankan amggota TNI, pelajar dan masyarakat umum itu. Pada pertempuran pertama dengan Belanda, rakyat kerinci berhasil memenangkan pertempuran dan memukul mundur pasukan Belanda. Meskipun beberapa orang meninggal di medan pertempuran.

Selanjutnya pasukan Belanda yang bertambah banyak kembali menyerang sebagian wilayah Kerinci. Dengan akan licik Belanda saat itu minta bertemu dengan Depati Parbo dengan alasan untuk berunding bersama. Tetap Belanda langsung menangkap Depati Parbo dan dibuang ke Ternate.

Singkat cerita karena memiliki kelebihan, Depati Parbo akhirnya dibebaskan dari pengasingan setelah berhasil mengobati anak dari petinggi Belanda saat itu. Depati Parbo pun dibawa kembali Kerinci. Dengan sambutan yang baik dari masyarakat. Hingga Kerinci saat ini tetap dipimpin Depati Parbo.

Usai upacara Nusantara Bersatu, Dandim 0417 Kerinci, Letkol Onf Yudi Ruskandar mengatakan kegiatan nusantara bersatu ini diselengara seluruh wilayah Indonesia. Serta merupakan perintah dari Panglima TNI. "Tujuannya untuk meningkatkan rasa nasionalisme mempersatukan seluruh elemen masyarakat," ungkapnya kemarin

Dandim menuturkan, sengaja pihaknya mengumpulkan seluruh elemen masyarakat, baik dari pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, etnis, agama, ormas, dan sebagainya.

Selain itu kegiatan ini menguatkan sekaligus menyegarkan kembali kenegaraan kita atas peristiwa –peristiwa yang terjadi belakangan. Para founding father bangsa telah meletakkan pilar-pilar bangsa dan empat pilar tersebut harus terus dipertahankan dalam membangun bangsa Indonesia tercinta. Empat pilar bangsa yang dimaksud adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Ikuti kami di
Penulis: hendri dede
Editor: fifi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help