Ganjar Pranowo: Emangnya Ahok Presiden?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku heran masih ada kelompok yang hendak menggelar aksi

Ganjar Pranowo: Emangnya Ahok Presiden?
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
(kiri ke kanan) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil seusai melakukan pertemuan di Balai Kota, Kamis (25/2/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM, GAMBIR - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku heran masih ada kelompok yang hendak menggelar aksi pada 25 November dan 2 Desember mendatang.

Baca: Ini Cerita Kapolri soal Risiko yang Ditanggung terkait Ahok Tersangka
Padahal, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

"Kalau sudah di tangan polisi, sudah tersangka, sudah disidik, kenapa kita tidak menghormati polisi?" ujar Ganjar Pranowo kepada wartawan, di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).

Baca: Ruhut Bantah Ahok Tersangka untuk Redam Aksi Massa
Awalnya, massa menggelar aksi pada 4 November lalu untuk meminta ketegasan sikap pemerintah atas kasus Ahok.

Ganjar Pranowo juga mempertanyakan kenapa tiba-tiba dalam aksi tersebut sejumlah orang justru menyerang Presiden Joko Widodo, dan melontarkan ancaman penggulingan.

Baca: Buni Yani Ngaku Ditangkap dan Ditahan, Simak Status di Facebooknya
"Ada yang pidato (minta) lebih dari Ahok, kan. Presiden seperti binatang, satu darah tertumpah kita (akan) lengserkan, emangnya Ahok itu presiden?" tanya Ganjar.

"Kalau memang targetnya A ya A, kenapa harus ke B? Itu kemudian menjadi polemik intelijen, sebenarnya targetnya apa?" imbuh Ganjar.

Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengakui ada sebagian warga Jawa Tengah yang hendak berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi.

Terhadap kelompok-kelompok tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah membuka dialog, dan akan memfasilitasi mereka bila hendak menggelar aksi di wilayah Jawa Tengah.

"Kalau aksi yang sifatnya di daerah malah kita buka, silakan saja. Di sini gitu, enggak rame rame, karena itu kan efek politik ekonominya kan gede. Indonesia enggak aman, investasi nggak asyik," tuturnya. (*)

Editor: fifi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved