EDITORIAL

Mengurangi Suatu Risiko 

Namun ternyata, di Provinsi Jambi jumlah tenaga kerja yang mendaftar belum banyak.

SATU diantara asuransi bidang ketenagakerjaan adalah BPJS Ketenagakerjaan. Namun ternyata, di Provinsi Jambi jumlah tenaga kerja yang mendaftar belum banyak.

Data dari BPJS Ketenagakerjaan, tenaga kerja yang belum terdaftar dari kategori penerima upah (PU) ada 380.000 orang dan bukan penerima upah (BPU ) 430.000 orang.

Melihat angka yang besar, itu tentu memunculkan pertanyaan penting. Bagaimana jaminan diperoleh saat terjadi "suatu risiko" pada pekerja swasta? Atau, bagaimana nasib pekerja di hari tua?

Sebenarnya, ada alternatif yang diberikan melalui program itu. Karena program ini memberikan asuransi saat pekerja kecelakaan, fasilitas dana pensiun, dan memberikan jaminan hari tua.

Menilik angka peserta itu, pejabat BPJS menyebutkan ternyata kebanyakan pekerja yang tidak terdaftar menjadi peserta berasal dari sektor informal. Artinya, itu kebanyakan bidang usaha yang kecil, namun ada juga perusahaan yang belum menyertakan pekerjanya dalam program jaminan pemerintah itu.

Dalam hal ini, ada beberapa pihak yang seharusnya menyadari pentingnya jaminan ketenagakerjaan. Pekerja harus sadar risiko dan masa depan bekerja di perusahan. Perusahaan harus memberi pengetahuan dan pemerintah harus membuka kesadaran pentingnya jaminan ketenagakerjaan.

Nah, pada 2016, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi menargetkan dapat merangkul 150 ribu pekerja yang ada di provinsi. Jumlah itu masih belum terpenuhi. Dalam sisa waktu November dan Desember, BPJS tengah mengejar angka capaian itu, dan saat ini sekira 123 ribu pekerja telah terdaftar. Berbagai upaya telah dilakukan.

Ke depan, persoalan jaminan ketenagakerjaan ini menjadi hal penting. Berbagai pihak harus mau saling mengingatkan supaya semua pihak tidak abai. (*)

Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved