TribunJambi/

Pilkada Serentak

Gara-gara Upload Status di Medsos, Panwas Dalami Keterlibatan Oknum Guru

Mendukung salah satu pasangan calon Bupati hal yang wajar bagi warga yang memiliki hak pilih

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Mendukung salah satu pasangan calon Bupati hal yang wajar bagi warga yang memiliki hak pilih. Namun untuk mendukung terang-terangan bagi Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa membawa petaka.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Sarolangun. Seorang guru gara-gara mengupload status di salah satu media sosial berisi ajakan untuk mendukung pasangan calon bupati, ia diperiksa panwaslu.

Saat ini Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Sarolangun terus melakukan pendalaman terhadap oknum guru yang diduga terlibat mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun.

Hal ini dikatakan Ketua Panwas Pilkada Sarolangun, Rafiqoh saat dikonfirmasi, Senin (7/11). Menurutnya, terkait soal dugaan keterlibatan  oknum guru, Panwas sudah memintai keterangan oknum guru bersangkutan.

"Ya, kita belum bisa menyimpulkan dugaan pelanggaran oknum guru. Karena masih dalam proses pengkajian dan pendalaman Panwas,” sebutnya.

Perlu diketahui, Panwas Pilkada Sarolangun baru saja mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pertama diduga secara terang-terangan mendukung salah satu pasangan calon bupati dengan mengupload status di salah satu media sosial yang berisi ajakan untuk mendukung salah satu calon

"ASN yang diproses Panwas , yang notabene bekerja di salah satu instansi yang berada di Pemprov Jambi. Kedua, ASN yang profesi sebagai guru dan juga memimpin salah sat Ponpes,” tambahnya.

Tindak lanjut dari proses pengusutun dugaan pelanggaran, beber Rafiqoh, pihaknya sudah menyerahkan ASN yang diproses ke Pemprov Jambi. Sedangkan, pengusutan dugaan pelanggaran ASN yang kedua masih dalam proses.

“Dalam waktu dekat Panwas akan membuat kesimpulan terhadap pengusutan dugaan pelanggaran ASN,” tandasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help