Kasus Pungli

Pungli di Pasar Hiang, Pedagang Bayar Hingga Rp400 Ribu Buat Lapak

Sejumlah pedagang di pasar tradisional Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut mengeluhkan adanya

Pungli di Pasar Hiang, Pedagang Bayar Hingga Rp400 Ribu Buat Lapak
TRIBUNJAMBI/USMAN ABDULLAH
Ilustrasi pedagang. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sejumlah pedagang di pasar tradisional Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut mengeluhkan adanya pungutan liar (Pungli) yang diduga dilakukan petugas Pasar Hiang. Seorang pedagang, Ace membenarkan adanya pungutan yang terbilang besar bagi dirinya di pasar hiang. Dirinya dan sejumlah pedagang terpaksa membayar pungutan untuk menjual barang dagangannya.

Dia menyebutkan mereka diharuskan membayar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu untuk sewa lapak. Hal ini menurutnya tak seimbang dengan sewa lapak yang ditetapkan petugas. "Sebagian kami jualan sayur-sayuran, untungnya paling sedikit. Masa sewa lapaknya mahal sekali, lagian kami jualannya di sudut dan di jalan pasar saja, bukan di pasarnya," ungkapnya Kamis (20/10).

Dikatakannya, selain merasa keberatan para pedagang juga tidak bisa berkutik karenannya, lantaran sikap petugas yang cukup keras dalam melakukan penagihan kepada pedagang. Terutama dalam meminta retribusi setiap pasar digelar sebesar Rp 5 ribu. Kondisi tersebut sangat dikeluhkan pedagang, bahkan pada Kamis (20/10) pedagang sudah kompak memprotes pungli tersebut.

"Kadang dikasih karcis tanda sudah bayar retribusi kadang tidak, Kamis (20/10) semua pedagang sudah kompak tidak bayar retribusi dan memprotesnya," jelasnya.

Pedagang lainnya juga mengeluhkan adanya pungutan tersebut. Bahkan mereka merencanakan untuk melakukan protes bersama nantinya.

Sementara itu Camat Sitinjau Laut, Asnawi membenarkan adanya pungutan bagi sewa lapak yang anggarannya Rp100 ribu sampai Rp400 ribu. Sewa lapak dipungut petugas Pasar Hiang tersebut untuk lapak baru bagi pedagang yang berjualan. Camat mengatakan lebih 20 lapak yang diminta membayar ratusan ribu.

"Saya mendapat informasi untuk perbulannya dibayar Rp 5 ribu, kita juga berencana akan mengecek kebenarannya," singkatnya

Camat Asmawi mengatakan akan melakukan pengecekan Kamis depan di Pasar Hiang.

"Kita akan bahas antara petugas pasar dengan pedagang, kalau bisa sesuai kesepakatan pedagang bebas mau lapak pribadi atau dari petugas pasar," ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kerinci, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Hans Moravia mengaku belum mendapat informasi akan permasalahan tersebut. Namun yang jelas, untuk retribusi yang dikenakan kepada pedagang disesuaikan dengan ukuran lapaknya, 1 x 1 meter pedagang harus membayar retribusi Rp 2 ribu.

"Itu sudah sesuai perdanya, kita sudah tempatkan seorang petugas yang tidak lain dari masyarakat untuk memungutnya," sebutnya.

Sedangkan mengenai pungli sewa lapak sampai Rp 400 ribu pihaknya akan menurunkan tim ke lapangan guna mencari kebenaran atas informasi tersebut.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help