TribunJambi/

Lakalantas

Siswa MTS Merangin Tewas Kecelakaan, Ortu Diimbau tak Izinkan Anak Bawa Kendaraan

Hati-hati bagi orangtua yang mengizinkan anak mereka mengendarai sepada motor. Apa lagi anak

Siswa MTS Merangin Tewas Kecelakaan, Ortu Diimbau tak Izinkan Anak Bawa Kendaraan
Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere

TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Hati-hati bagi orangtua yang mengizinkan anak mereka mengendarai sepada motor. Apa lagi anak di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar atau SMP.

Kecelakaan rawan terjadi terhadap mereka yang masih dibawah umur tersebut. Seperti yang menimpa dua siswa MTS di Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Kamis (20/10).

Kecelakaan tersebut membuat satu dari dua orang pelajar itu merenggang nyawa. Sementara satunya kritis setelah motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan mobil L300.

Informasi yang didapatkan, kejadian tersebut berawal saat kedua pelajar yang belum diketahui identitasnya ini sekitar pukul 13.45 Wib, pulang dari sekolah mengendarai motor Supra X.

Namun saat melintas di Jembatan Rasau Desa Bukit Bungkul, Kecamatan Pamenang Barat kedua pelajar yang berboncengan itu tidak menyadari dari arah berlawanan melintas mobil L300 dengan Nopol BH 9885 AI.

Diduga kondisi jembatan yang membungkuk, membuat korban tidak melihat kendaraan dari arah berlawanan tersebut. Insiden lakalantas tak terelakkan, motor dan mobil tersebut bertabrakan.

Akibatnya, satu siswa tewas di tempat kejadian dan langsung dievakuasi ke MTS tempat siswa tersebut belajar. Sementara satu lainnya dalam kondisi kritis dan dibawa ke RSD Kolonel Abundjani Bangko.

“Kami tidak kenal dengan siswa ini. Sepertinya warga Desa Sungai Kapas. Tapi, karena kami tidak tahu rumahnya, jenazah korban kami bawa ke sekolah saja. Sementara temannya kami bawa ke rumah sakit,” ujar warga yang ikut mengevakuasi korban.

Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah turun ke lapangan untuk melihat kejadian tersebut.

Atas kejadian ini, Kapolres mengimbau kepada para orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak mereka menggunakan motor. Apa lagi anak yang masih duduk dibangku SMP dibawah umur.

“Anak-anak SMP itu belum ada SIM. Jadi kita harap para orang tua untuk tidak mengizin membawa motor, karena rawan kecelakaan,” harap Kapolres.

Ada solusi bagi anak yang jauh rumahnya dari sekolah. Seperti menggunakan sepeda atau angkutan umum.

“Kalau perlu diantar oleh orang tua. Kalau seperti ini orang tua disalahkan, karena kelalaian mengizin anak dibawah umur membawa sepada motor,” pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help