Pipi Siswa di Tanjabbar Robek Digigit Anjing, Eh Serum Anti Rabies Tidak Ada

"Waktu itu, adik saya sempat lari. Namun kemudian terjatuh. Saat itu lah dia digigit anjing di pipi kanannya," ungkap Soni.

Pipi Siswa di Tanjabbar Robek Digigit Anjing, Eh Serum Anti Rabies Tidak Ada
antara
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL, - Gigitan anjing di pipi kanan Rahimin, akhirnya membuka informasi bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah tidak menganggarkan belanja obat serum anti rabies (SAR) sejak dua tahun lalu.

Peristiwa itu terjadi beberapa waktu lalu, saat seorang siswa madrasah ibtidaiyah (MI) menjadi korban gigitan anjing di pipi kanannya.

Siswa bernama Rahimin itu langsung dibawa ke Puskesmas Betara untuk diberi pertolongan.

Sesampainya di sana, oleh dr Panggung, korban tidak beri suntikan serum anti rabies (SAR), melainkan hanya antibiotik.

Akibat gigitan anjing, warga Parit Atong, Desa Pabunga, Kecamatan Betara itu mengalami luka robek di pipi kanan sepanjang dua sentimeter.

Peristiwa itu, menurut Soni yang kerabat korban, terjadi saat saat Rahimin hendak membeli pena. Ketika anjing mengejar, Rahimin sudah berusaha menghindar dengan cara berlari.

Tetapi nahas, dia terjatuh dan anjing langsung menyerang dan menggigit pipi kanan.

"Waktu itu, adik saya sempat lari. Namun kemudian terjatuh. Saat itu lah dia digigit anjing di pipi kanannya," ungkap Soni.

Pengakuan Sekarti itu, sekaligus membenarkan ketidaktersediaan SAR di Puskesmas Betara.

Tidak tersedianya obat anti rabies, diketahui saat Kepala Bidang P2PL, Dinas kesehatan Kabupaten Tanjab Barat, Sekarti Kani Santi, mengatakan dinkes sudah tidak menganggarkan belanja obat serum anti rabies (SAR) sejak dua tahun lalu.

Itu merupakan dampak defisit anggaran bagi SKPD, sehingga melakukan efisiensi dan skala prioritas. Padahal SAR dibutuhkan bagi korban gigitan binatang, semisal anjing, kucing dan monyet.

Untuk memenuhi kebutuhan serum, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjab Barat meminta bantuan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

"Sudah dua tahun ini kita terpaksa minta ke provinsi. Tahun ini kita minta 10, tapi cuma diberi lima," ucapnya, Selasa (27/9).

Penulis: dunan
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved