Perbankan

Perbankan Pangkas Suku Bunga Kredit

Pelan tapi pasti, suku bunga perbankan untuk beberapa jenis kredit, kini bergerak di level satu digit.

Perbankan Pangkas Suku Bunga Kredit
KONTAN/CHEPPY A. MUKHLIS

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pelan tapi pasti, suku bunga perbankan untuk beberapa jenis kredit, kini bergerak di level satu digit. Seiring kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 days repo rate 25 bps ke 5%, pekan lalu, harapan penurunan suku bunga kredit ke depan semakin besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon optimistis, beberapa segmen kredit akan berbunga satu digit pada akhir tahun ini. “Saat ini, beberapa sektor, seperti korporasi, rata-rata perbankan sudah single digit,” terang Nelson, Kamis (22/9).

Berdasarkan catatan KONTAN, memang hampir seluruh bank yang masuk katagori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV memiliki suku bunga kredit single digit di sejumlah sektor. PT Bank Central Asia Tbk (BCA), misalnya, mematok bunga kredit korporasi sebesar 9,75% dan kredit konsumsi non-KPR 7,69%.

Demikian juga dengan bunga kredit ritel. Bank BUMN umumnya kini sudah menetapkan bunga satu digit. Sebut saja, PT Bank Mandiri Tbk semisal, mematok bunga kredit sebesar 9,95%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) 9,75%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebesar 9,95%.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, seiring penurunan suku bunga acuan, pada kuartal IV nanti, bunga kredit bisa turun sekitar 25 bps, terutama untuk bisnis mikro dan korporasi BUMN. “Dengan turunnya cost of fund, diperkirakan akan ada transmisi penurunan suku bunga kredit pada akhir tahun,” ujar Haru kepada KONTAN, Senin (26/9).

Adapun untuk sektor kredit usaha kecil dan menengah (UKM), BCA mengaku angkanya masih dua digit. Namun, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pada awal bulan September ini, BCA telah menggunting bunga kredit UKM sebesar 25 bps menjadi 10,25%. “Sampai akhir tahun, belum kami putuskan, akan tetap atau turunkan lagi. Sebab, harus mengamati juga pasar kreditnya,” ucap Jahja.

PT Bank Permata Tbk juga optimistis, pada kuartal IV 2016 ini, suku bunga kredit, terutama korporasi, bisa turun. Direktur Wholesale Banking Bank Permata Anita Siswadi mengatakan, seiring dengan penurunan cost of fund, bank sudah menurunkan bunga kredit secara bertahap.

“Pada kuartal IV 2016 suku bunga korporasi akan turun 25 bps. Kecuali sektor pertambangan,” tegas Anita. Memang, risiko bisnis pertambangan sampai saat ini masih dinilai sangat tinggi karena permintaan global yang lesu.

Sedangkan Direktur Utama Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, pada kuartal IV, pihaknya akan menurunkan bunga kredit 25 bps untuk sektor kredit korporasi menjadi 10,5%. “Penurunan ini akan berlaku Oktober mendatang. Apakah selanjutnya akan turun lagi, tergantung kebijakan BI dan OJK,” ucap Parwati.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help