TribunJambi/

Menjawab Puisi Tukang Gusur Fadli Zon, Puisi Tukang Kabur Denny Jadi Viral

Denny Siregar pria yang tulisan-tulisan berisi kritikan membangun dan dikenal di dunia maya menjawab puisi buatan Fadli Zon,

Menjawab Puisi Tukang Gusur Fadli Zon, Puisi Tukang Kabur Denny Jadi Viral
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI: Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno saat melakukan pendaftaraan di Kantor KPUD DKI Jakarta, Jumat (23/9/2016) malam. Pasangan Anies-Sandiaga resmi mendaftar ke KPUD DKI Jakarta dengan diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. 

TRIBUNJAMBI.COM - Denny Siregar pria yang tulisan-tulisan berisi kritikan membangun dan dikenal di dunia maya menjawab puisi buatan Fadli Zon, Sabtu (24/9/2016). Sejak pagi tadi setelah ia rilis di blog miliknya dennysiregar.com, puisi ini lantas menjadi viral.

Banyak pemilik akun FB copas mentah tanpa menyebut kalau puisi ini karya Denny Siregar langsung posting di beranda Facebook masing-masing. Memang Denny dalam puisi menulis di akhir puisi tertanggal 23 September 2016 ada nama Mukidi.

Sebuah nama yang fenomenal jadi tokoh fantasi utama di anekdot-anekdot populer kehidupan sehari-hari. Dalam postingan puisi berjudul Tukang Kabur, Denny memajang foto Fadli Zon. Tertulis di bawah judul puisi Takang Kabur keterangan yang tertulis, jawaban puisi tukang gusur.

Puisi Tukang Gusur merupakan puisi karya Fadli Zon yang dibacakan pada saat deklarasi pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Puisi tersebut merupakan sindiran pada pasangan calon yang dinilai sebagai seorang tukang gusur.

Sementara puisi Tukang Kabur merupakan sindiran 'nyelekit' dari Denny Siregar untuk Fadli Zon. Puisi Tukang Kabur menyebar dengan cepat di Facebook, bahkan ada akun FB yang posting di kolom komentar berita terkait puisi dari Fadli Zon.

Ada 44 akun yang merespon pujian pada tautan postingan puisi tersebut di kolom komentar. Banyak yang izin share puisi tersebut dan kemungkinan banyak yang tak tahu kalau puisi ini buatan Denny Siregar.

( Jawaban puisi Tukang Gusur )

Tukang kabur tukang kabur

Mengaburkan fakta apa yang sebenarnya ada

Bahwa rakyat miskin hanyalah alat propaganda
Mereka di pelihara bahkan dibina
Untuk mendulang banyak suara
Tukang kabur tukang kabur
Benarkah rusun rawa bebek menyedihkan ?
Tentu saja jika dilihat dari kacamata orang kaya
Yang hidupnya dari kaca ke kaca
Bukan dari mata mereka yang tiap hari rentan terserang malaria
Karena hidup berteman dengan eek yang mengambang dimana-mana
Tukang kabur, wahai tukang kabur
Bicaralah secara fakta
Bukan karena ambisi politik semata
Anda teriak ketika banjir melanda
Tapi ketika ada yang mencoba memperbaiki sekuat tenaga
Memperbaiki kerusakan yang selama ini dibina..
Anda teriak juga..
Tanyalah diri anda, wahai tukang kabur
Anda itu teriak untuk apa ?
Tukang kabur, duhai tukang kabur
Sebelum menilai orang lain
Lihat di dalam rumah sendiri
Tidakkah anda lihat banyak kader anda yang korupsi ?
Belum lagi yang keluar negeri minta fasilitasi..
Malu dong sama Mukidi..
Oh tukang kabur..
Memang sakitnya tuh disini
Ketika ada kader terbaik yang terpaksa lari
Karena tidak mau disetir dan dipaksa korupsi
Enak dong, anda bahagia dia gigit jari..

Duhai tukang kabur
Bernimpilah yang panjang
Untuk bisa menguasai negeri ini
Tapi fakta berbicara
Alih2 jadi macan asia
Ternyata hanya sibuk naik kuda
Salam tukang kabur
Lidahnu adalah harimaumu
Berkacalah yang baik
Tidak akan pernah menang
Orang yang sibuk mencela orang
Tapi dirinya sendiri belepotan..
Salam,
23 September 2016
MUKIDI. (*)

Sumber: TVC

Editor: rahimin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help