Perbankan

Kredit Perbankan Kian Lesu

Kian hari kredit perbankan kian lesu. Erwin Riyanto, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan,

Kredit Perbankan Kian Lesu
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kian hari kredit perbankan kian lesu. Erwin Riyanto, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, perbankan masih mengalami perlambatan penyaluran kredit di pertengahan kuartal III-2016.

Buktinya, kredit perbankan secara umum hanya tumbuh 6% atau sekitar Rp 4.148 triliun per Agustus 2016 dibandingkan posisi Rp 3.914 triliun per Agustus 2015.

“Pertumbuhan kredit sekitar 6% di Agustus 2016. Dari bulan ke bulan terjadi penurunan,” katanya, di akhir pekan.

Asal tahu saja, angka pertumbuhan 6% di bulan Agustus 2016 lebih rendah dari pertumbuhan 7,72% senilai Rp 4.168,4 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi kredit Rp 3.869,3 triliun per Juli 2015.

Erwin bilang, kredit yang terus lesu ini karena kredit dalam mata valuta asing (valas) tidak tumbuh atau minus.

Hal ini disebabkan, karena perusahaan yang berorientasi ekspor melakukan penurunan utang dalam negeri maupun utang luar negeri. “Para pengusaha memilih untuk melakukan pelunasan lebih awal,” tambahnya.

Sedangkan kredit dalam mata rupiah tumbuh 9,8% di Agustus 2016. Nah, kredit dalam mata uang rupiah yang masih tumbuh ini mengimbangi kredit dalam valas yang tidak tumbuh.

Ke depan, BI tetap memprediksi pertumbuhan kredit pada kisaran 7%-9% di tahun 2016 dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tak lebih dari 3%.

Taswin Zakaria, Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengakui terjadi perlambatan penyaluran kredit di tahun ini, sehingga perusahaan tidak memproyeksikan pertumbuhan kredit hingga dua digit.

Realitanya, kredit Maybank Indonesia hanya tumbuh di bawah target. “Kredit kami tumbuh sekitar 7% (year on year) per saat ini,” katanya.

Halaman
12
Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help