Pilkada Merangin

Maju Jadi Cabup, Cukup Surat Pernyataan Mundur

"TNI Polri PNS dan anggota DPR yang maju jadi calon kepala daerah, harus mengundurkan diri.

Maju Jadi Cabup, Cukup Surat Pernyataan Mundur
Net

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - "TNI Polri PNS dan anggota DPR yang maju jadi calon kepala daerah, harus mengundurkan diri. Surat pengunduran diri diserahkan ke KPU sewaktu mendaftar," ujar Ketua KPU Merangin, Iron Syahroni, Kamis (15/9).

Berdasarkan UU 10 tahun 2016, ada sedikit perubahan. Sebelumnya bakal calon benar-benar sudah berhenti saat mendaftar. Kali ini tidak, hanya menyerahkan surat pernyataan mundur saat mendaftar.

Pilkada Merangin akan dilaksanakan 2018. Berdasar UU Nomor 10 tahun 2016, pelaksanaan pilkada digelar Juni 2018.

Ketua KPU Merangin, Iron Syahroni, mengatakan untuk calon perseorangan, diatur dengan asumsi jumlah penduduk. Adapun jumlah penduduk Merangin berkisar antara 300.000 sampai 400.000 jiwa.

"Dengan asumsi jumlah penduduk sebanyak itu, maka syarat calon perseorangan adalah 8,5% dari DPT pemilu terakhir," ujar Iron lagi.

Merujuk pemilu terakhir adalah pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur setahun lalu. Saat itu DPT Merangin adalah 242.065 jiwa.

"DPT pilguh 242.065 jiwa. 8,5%nya adalah sekitar 22.000. Itulah syarat dukungan calon perseorangan pilbup 2018 nanti," ujar Iron lagi.

Saat ini beberapa nama bakal kandidat mulai bermunculan. Yang cukup rajin melakukan sosialisasi adalah eks Bupati Merangin H Nalim. Lalu Kepala Bappeda Provinsi Jambi H Ahmad Fauzi Ansori.

Berikutnya anggota TNI Effendi dan Kombes Pol Suprapto. Anggota DPD RI M Syukur juga cukup santer terdengar menjadi bakal penantang Al Haris dan Abdul Khafid Moein yang disebut-sebut bakal maju lagi.

Penulis: muhlisin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help