TribunJambi/

Program Penggemukan Sapi di Sungai Penuh Masih Terkendala

Program penggemukan sapi potong yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)

Program Penggemukan Sapi di Sungai Penuh Masih Terkendala
Tribunnews

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Program penggemukan sapi potong yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk beberapa kelompok tani saat ini belum terealisasi oleh dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh. Kendalanya pada pihak ketiga selaku pengadaan kesulitan mencari ternak sapi yang sesuai dengan spesifikasi.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Ediyanto membenarkan program penggemukan sapi yang dana bersumber darai Dana Alokasi Khusus (DAK) masih menunggu pembelian sapi dari pihak ketiga.

Edi mengungkapkan, program penggemukan sapi pada 2016 Kota Sungai Penuh mendapat sebanyak 80 ekor sapi yang nantinya diserahkan kepada 10 kelompok tani. Atau setiap kelompok sekitar 8 ekor sapi.

Sedangkan anggaran untuk pengadaan penggemukan sapi sebesar Rp 1,4 M yang bersumber dari DAK.

"Di Sumatera ini payah dicari tempat yang untuk peternak sapi yang sesuai spesifikasi paling-paling Lampung yang besar tempat ternak sapi," jelasnya saat ditemui Tribun di ruangannya, Jumat (2/9).

Dia menjelaskan, untuk proses program ini setelah dibeli pihak ketiga selanjutnya diserahkan kepada Dinas Peternakan untuk diperiksa oleh tim, guna melihat spesipikasi sapi yang dibeli tersebut. "Apakah sesuai dengan spesifikasi ternaknya, setelah itu baru diserahkan ke masyarakat atau kelompok tani," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Edi, sebelum diserahkan ke kelompok tani dilakukan penandatanganan kontrak dengan kelompok untuk melaksanakan program penggemukan sapi dalam waktu satu tahun. Jika hilang, lanjutnya, kelompok yang bertanggung jawab. Karena setelah satu tahun penggemukan sapi tersebut akan dijual dengan sistem lelang.

"Kalau mati sapinya tentu ada rekomendasi dari dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help