TribunJambi/

Investasi

Pemerintah Menggenjot Investasi di Sektor Pangan

Realisasi investasi untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada semester pertama tahun 2016,

Pemerintah Menggenjot Investasi di Sektor Pangan
ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Menteri Perdagangan Thomas Lembong 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Realisasi investasi untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada semester pertama tahun 2016, top sektornya adalah investasi pada industri makanan yaitu sekitar 16,2 % atau 16,64 triliun dan untuk realisasi penanaman modal asing (PMA) masuk dalam lima besar. Sedangkan untuk realisasi inveatasi PMDN pada pangan dan perkebunan masuk peringkat ketiga yaitu sebesar 11,24 % atau 12,24 triliun.

Dengan tren positif tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengaku, akan fokus mendorong pada investasi bidang makanan dan pangan. Menuritnya hal ini sesuasi dengan arahan Presiden Joko Widodo pada sidang paripurna kabinet pertama. "Salah satu niat saya tentunya mengikuti arahan Presiden bagaimana bisa genjot investasi di sektor pangan," ujar Thomas di kantor BKPM pekan kemarin.

Dia juga menjelaskam alasan kenapa fokus pada bidang pangan, itu disebabkan beberapa waktu lalu trend pangan di Indonesia sangat tidak memuaskan dimana pasokan sangat tidak memuaskan begitu juga dengan harganya. Maka dari, sektor ini perlu perhatian khusus.

Berdasarkan pengalamannya menjadi Menteri perdagangan, Thomas mengaku persoalan utama dalam bidang pangan itu berada di pasokan dan dan produksinya. Maka, lanjutnya, solusinya adalah investasi di bidang tersebut. "Investasi di pergudangan, investasi di moderiniasi rumah potong hewan, investasi di moderenisasi rumah giling beras, dan lainnya," paparnya.

Degan melihat trend positif realisasi inveatasi di bidang makanan dam pangan, Thomas optimis, para investor akan melirik di bidang ini. Dia mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatan investasi di bidang ini.

Sementara Kepala Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis merincikan lima besar realisaisi PMDN berdasarkan sektor itu untuk peringkat pertama yaitu industri makanan 16,2 % (Rp 16,64 triliun), disusul transportasi, gudang dan telekomunikasi 13,0 % (Rp 13,33 triliun)

selanjutny di bidang tanaman pangan dan perkebunan sebesar 11,9 % (Rp 12,24 triliun), keempat bidang industri mineral non logam yang menyimbangkan 10,8 % (Rp 11,10 triliun). "Kelima industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi sebesar 8,8 % atau sebesar 9,05 triliun," paparnya.

Perkuat PMDN

Menururut Thomas pertumbuhan cepat realisasi PMDN sangat berpengaruh pada pertumbuhan PMA. Sebab, investor asing akan melihat pertumbuhan realisasi investasi dalam negeri dulu sebelum melakukan investasi. "Orang sendiri mau investasi nggak. Kalau orang Indonesia sendiri tidak berani investasi apalagi orang asing," ungkapnya.

Dengan melihat realisasi pertumbuhan PMDN semester ini, Thomas optimis bahwa PMA di Indonesia akan lebih meningkat lagi. Karena jika kepercayaan domestik membaik maka biasanya akan menular ke investor asing.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help