TribunJambi/

Kesehatan

Pria Muda Juga Beresiko Kena Osteoporosis, 7 Hal Ini Pemicunya

Padahal, banyak faktor risiko osteoporosis yang memengaruhi wanita, berlaku juga pada pria.

Pria Muda Juga Beresiko Kena Osteoporosis, 7 Hal Ini Pemicunya
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Banyak orang mengira bahwa osteoporosis hanya mempengaruhi wanita usia tua. Ini salah. Pria di atas 50 juga berisiko tinggi mengalami patah tulang karena osteoporosis.

"Rata-rata pria, tidak berpikir bahwa diri mereka bisa berisiko mengalami osteoporosis seperti wanita di usia senior," kata Matthew Drake, MD, PhD, seorang endokrinologi, asisten profesor kedokteran di Mayo Clinic di Rochester, Minn.

Padahal, banyak faktor risiko osteoporosis yang memengaruhi wanita, berlaku juga pada pria. Tapi, pria juga menghadapi beberapa tantangan yang unik dalam risiko mereka terhadap osteoporosis. Misalnya seperti berikut ini.


1. Usia.

"Risiko utama osteoporosis pada pria adalah usia yang semakin tua," kata Dr. Drake. "Di atas usia 50, pria mulai kehilangan kepadatan tulangnya sekitar 0,5 sampai satu persen pertahun."

Tulang terus-menerus melemah dan dibangun lagi di dalam tubuh, dan proses ini berjalan seimbang, sebelum usia 50 tahu, Setelah itu, jumlah tulang yang terbangun akan berkurang dan menyebabkan penipisan sehingga tulang melemah.


2. Hilangnya testosteron.

Dengan bertambahnya usia pria, kadar testosteron akan menurun. Ini juga berkontribusi terhadap hilangnya kepadatan tulang.

"Karena testosteron adalah sumber dari sejumlah kecil estrogen yang dibuat oleh tubuh makan dengan berkurangnya testosteron, tingkat estrogen akan menurun juga," kata Drake. "Estrogen sangat penting keseimbangan pembangunan tulang."


3. Tidak mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D.

Kalsium dan vitamin D memainkan peran penting dalam kesehatan tulang. Kalsium adalah mineral yang penting untuk membangun tulang yang kuat, dan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan Anda.

Pria yang lebih tua dari 50 membutuhkan sekitar 1.000 miligram (mg) kalsium setiap hari. Sumber kalsium yang baik termasuk susu dan produk susu lainnya serta jus jeruk yang diperkaya dan sereal.

Jika Anda tidak mendapatkan cukup kalsium melalui pola makan sehari-hari, Anda mungkin perlu untuk mengonsumsi suplemen.

Hindari mengonsumsi lebih dari 500 mg kalsium pada satu waktu. Jika Anda mengonsumsi erlalu banyak sekaligus, hal ini akan memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerapnya secara efektif, kata Drake.

Kulit Anda membuat vitamin D saat terkena sinar matahari, tetapi kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup sinar matahari. Pria berusia 50 sampai 69 tahun membutuhkan sekitar 800 sampai 1.000 unit internasional (IU) vitamin D setiap hari.

Jika tak yakin dengan kecukupan vitamin D Anda, Anda bisa mengonsumsi suplemen, baik itu suplemen vitamin D dan kalsium yang dikemas dalam satu produk sekaligus atau terpisah.


5. Merokok.

Penggunaan tembakau, secara langsung membuat kepadatan tulang menurun.


6. Minum terlalu banyak alkohol.

Alkohol berlebihan dapat mempercepat kehilangan tulang. Drake merekomendasikan agar pria minum tidak lebih dari dua takaran minuman beralkohol setiap kali minum untuk melindungi tulang-tulang mereka.


7. Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang, misalnya obat depresi, diabetes, rheumatoid arthritis, dan obat-obatan seperti steroid dan beberapa obat yang digunakan untuk mengobati sakit maag dan kanker.

EVERYDAY HEALTH

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help