Jalan Rusak

Tidak Memperhatikan Kualitas, Jalan Aspal di Rimbo Bujang Ini Hancur

Kualitas beberapa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tebo sangat buruk, banyak bangunan

Tidak Memperhatikan Kualitas, Jalan Aspal di Rimbo Bujang Ini Hancur
TRIBUN JAMBI/AWANG AZHARI

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Kualitas beberapa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tebo sangat buruk, banyak bangunan yang baru selesai dikerjakan tahun 2015 namun kondisinya kini sudah rusak.

Seperti Jalan 32 di Unit 10 Kecamatan Rimbo Bujang, jalan aspal kurang lebih lima kilometer ini baru selesai dikerjakan akhir 2015 kemarin, bahkan sebagian warga menyebut di awal 2016 masih ada aktivitas kerja.

Namun kini kondisi di beberapa titik sangat memprihatinkan, aspal jalan hancur dan sebagian lain berlubang.

Kualitas pekerjaan yang buruk seperti ini kembali mengingatkan ‎masyarakat terkait kasus korupsi proyek paket 10, Pengaspalan Jalan Pal 12–Jalan 21 dengan pola multiyear, dan Paket 11 pengaspalan Jalan Muara Niro–Muara Tabun tahun Anggaran 2013–2015.

Dalam proyek ini, rekanan maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dianggap hanya mengutamakan kuantitas tapi tidak memikirkan kualitas, sehingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 33 miliar, dengan Kabid Binamarga PU, Joko Pariadi sebagai terpidana.

Karena itu, kerusakan jalan di Unit 10 ini diharapkan oleh masyarakat setempat juga diusut, agar ada efek jera sehingga ke depan fasilitas infrastruktur yang dibangun untuk masyarakat benar-benar berkualitas.

"Ini hancur sekali, padahalkan baru selesai dibangun kemarin awal 2016, sekitar Januari. Kayaknya asal jadi saja. Coba aja telusuri lagi banyak juga titik lain yang rusak," sebut seorang warga di sekitar Jalan 32, Rukmini.

Kondisi ini juga dikhawatirkan memberi bahaya bagi pengendara‎, mengingat aspal yang hancur kini menyisakan krikil-krikil. Bahkan saat Tribun memantau lokasi akhir pekan kemarin, seorang pengendara hampir terjatuh karena roda sepeda motor yang digunakannya terpeleset saat berpapasan dengan kendaraan lain.

"‎Kami berharap kerusakan seperti ini bisa diperbaiki. Jujur saja sebagai masyarakat kami kecewa dengan kualitas bangunan yang buruk," sebut warga lain, Ade Heryawan.

Ini menambah catatan terkait buruknya pembangunan infrastruktur, khususnya di bawah Bidang Binamarga DPU Tebo. Selain banyak jalan lingkungan yang dikerjakan asal jadi, sebelumnya juga pernah diberitakan soal pengerasan jalan di Kecamatan Tujuh Koto dan Tujuh Koto Ilir dengan alokasi anggaran Rp 7 Miliar.

Kondisi jalan mengkhawatirkan karena baru berumur beberapa bulan namun sudah seperti kubangan kerbau, bahkan kasus ini sempat menjadi sorotan di DPRD Tebo. Soal ini ‎sebelumnya Kabid Binamarga DPU Tebo, Sobirin menyebut sudah meminta rekanan untuk memperbaiki.

‎Sementara terkait Jalan 32 Unit 10 Kecamatan Rimbo Bujang, Sobirin belum mau memberi komentar dengan alasan tengah istirahat.

"Tunggu jam kerja saja, saya gak bisa kerja 7 x 24 jam," kata Sobirin lewat pesan singkat ketika diminta waktu untuk konfirmasi soal kerusakan jalan tersebut, Minggu (5/6).

Penulis: awang
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help