Korban Cabul Diancam Foto Bugilnya Beredar Hingga Ditawarkan Uang dan Motor

Soni Sandra alias Koko (63), pengusaha yang dituduh sebagai pelaku pencabulan terhadap belasan anak di Kediri,

Korban Cabul Diancam Foto Bugilnya Beredar Hingga Ditawarkan Uang dan Motor
Tribunnews.com/Yurike Budiman
Ferdinand Hutahaean, juru bicara Masyarakat Peduli Kediri saat mendampingi korban pencabulan AK oleh terdakwa SS dalam jumpa pers di hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (16/5/2016) 

TRIBUNJAMBI.COM - Soni Sandra alias Koko (63), pengusaha yang dituduh sebagai pelaku pencabulan terhadap belasan anak di Kediri, Jawa Timur sempat menawarkan uang Rp 50 Juta dan sepeda motor kepada keluarga AK (13), seorang korban.

"Si Soni Sandra ini menawarkan keluarga korbannya uang Rp 50 Juta dan sepeda motor Mio. Tujuannya agar kasusnya tidak dilaporkan," kata Ketua Pembina Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia Bethania Eden dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2016).

Selain itu, menurut pengakuan AK, korban lain VD juga diancam foto bugilnya akan disebar jika melapor kepada pihak berwenang.

"Ada satu lagi korban yang tidak bisa hadir, dijebak untuk melakukan foto bugil yang foto itu dihadirkan di pengadilan dan korban diminta untuk menyangkal bahwa tidak ada persetubuhan yang dilakukan pelaku," ujar Bethania.

Sejauh ini tercatat 16 remaja perempuan yang dilaporkan menjadi korban pencabulan yang dilakukan Soni. Menurut Juru Bicara Masyarakat Peduli Kediri Ferdinand Hutahaean, 16 korban itu adalah mereka yang melaporkan dan data korbannya terdeteksi.

Ia mengatakan, jumlah korban sebenarnya diperkirakan mencapai 58 orang. Namun sebagian besar identitas keluarga korban sudah tidak jelas dan tidak ditemukan saat anggota Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia mengecek ke lapangan.

"Dari 17 kasus pencabulan yang dilakukan Soni, lima diantaranya sudah dalam proses pengadilan. Dari lima kasus yang masuk pengadilan tersebut, dua kasus diproses di Pengadilan Negeri Kota Kediri dan tiga kasus lainnya di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri," ujar Ferdinand.

Editor: rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved