Kasus Pencabulan

Pelaku Pencabulan dengan Korban Anak TK Itu Dikenal Ramah dan Rajin Beribadah

Satu bulan lebih berlalu, laporan dugaan pencabulan NA, siswi Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi Kota Metro

Pelaku Pencabulan dengan Korban Anak TK Itu Dikenal Ramah dan Rajin Beribadah
TRIBUNSUMSEL/ M ARDIANSYAH
Ilustrasi pelaku pencabulan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Satu bulan lebih berlalu, laporan dugaan pencabulan NA, siswi Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi Kota Metro akhirnya menuai titik terang. Kepolisian telah menetapkan tersangka dan menahan A, office boy yang telah 13 tahun bekerja di sekolah binaan pemerintah Bumi Sai Wawai.

TERSANGKA berinisial A telah ditahan sejak Selasa (10/5), atau satu hari setelah Polres Metro mengaku kesulitan mencari alat bukti saat menggelar ekspose bersama Damar, kuasa hukum NA, sejumlah awak media, dan pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Senin siang.

Sejak penahanan tersangka, Polres belum menjelaskan keterangan lebih lanjut. Kasubag Humas Inspektur Satu Tukirin mengaku, pihaknya menunggu perintah pimpinan untuk menggelar ekspose penahanan Amir.

Penelusuran Tribun Lampung, tersangka telah lama bekerja di TK Pertiwi. Selama belasan tahun itu pula, beberapa guru mengakui kinerja A cukup baik dan tidak pernah bermasalah.

Dasar inilah yang membuat pihak sekolah syok ketika mendengar adanya laporan dugaan pencabulan.

"Kaget. Karena selama enam tahun saya di sini tidak pernah ada kasus seperti itu. Kesehariannya baik. Melakukan tugas juga baik," tutur Estuning Hendrayati, Kepala Sekolah TK Pertiwi, Rabu (11/5).

Ia menambahkan, A baru dua tahun menikah. Dari perkawinanya itu, A belum dikaruniai anak.

NA sendiri telah keluar dari TK Pertiwi, sejak 9 April atau sehari setelah membuat laporan ke Polres Metro.

"Orangtuanya datang ke sekolah minta berhenti. Tidak ada cerita. Tidak protes, minta berhenti saja. Ya kita setujui. Kami sudah dua kali mendatangi rumah korban setelah adanya laporan," kata Estuning.

Hal senada diungkapkan Chandra, wali kelas NA. Wanita yang sebelas tahun bekerja di TK Pertiwi ini menilai tidak ada kelakukan aneh yang terlihat dari A. Memiliki kepribadian yang ramah dan menjalankan ibadah dengan baik.

"Yang saya tahu cuma itu. Karena sebelum kerja di sini, dia (A) itu dari Masjid Taqwa. Tinggalnya di sini. Di mess belakang," ujar Chandra.

"Tapi ini mohon maaf, istri dia (tersangka) lagi hamil dua bulan. Dan sebelumnya pernah keguguran. Ditambah kabar seperti itu. Ini demi rasa kemanusiaan, saya minta pengertian," imbuhnya saat dimintai izin untuk konfirmasi terhadap istri A.

Saat Tribun Lampung menyambangi tempat tinggal A, bangunan itu telah kosong dan tidak ada yang menghuni.

Wali Murid Resah

Mencuatnya kasus NA banyak disikapi berbagai kalangan. Setelah 29 dosen berkirim surat ke Pemkot Metro, kini giliran 29 wali murid yang akan melakukan hal serupa. Para wali murid meminta beberapa hal untuk dilengkapi sekolah TK Pertiwi demi kebaikan semua pihak ke depannya.

Editor: fifi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved