Pelaku Doakan Jenazah Feby Usai Mencekiknya

Eko mengaku membunuh Feby secara spontan karena ingin menguasai barang korban

Pelaku Doakan Jenazah Feby Usai Mencekiknya
Istimewa/Facebook
Foto Feby Kurnia (kiri) dan tersangka Eko Agus Nugroho (kanan) 

TRIBUNJAMBI.COM - Pelaku Eko Agus Nugroho, tersangka pembunuhan terhadap mahasiswa Universitas Gajah Mada Feby Kurnia, mengaku menyesali perbuatannya.

Menurut kuasa hukumnya, Sapto Nugroho Wusono, setelah membunuh, Eko sempat ke toilet lantai 5 Gedung S2 & S3 FMIPA UGM, tempat jenazah Feby ditemukan.

Di sana, ia membacakan ayat Al Quran di sebelah jenazah Feby.

"Dia (Eko Nugroho) menyampaikan penyesalannya atas apa yang diperbuat. Di rekonstruksi, dia tidak keberatan, justru malah dia menunjukkan sendiri," kata Sapto, Kamis (05/05/2016). 

Ia juga menyampaikan bahwa Eko mengaku kontrak kerjanya sebagai petugas kebersihan berstatus outsourcing telah habis pada 30 April.

Eko mengaku melakukan perbuatan itu secara spontan karena ingin menguasai barang korban. Pelaku, kata dia, sama sekali tidak merencanakan pembunuhan ini.

"Dia juga menyampaikan alasanya ekonomi. Barang-barang itu dijaminkan dan uangnya untuk keperluan dia," ujar Sapto.

Menurut dia, kliennya itu mencekik korban dari belakang kemudian berbalik dari depan.

Klienya juga mengaku sempat mendapat perlawanan dari korban.

"Dia mencekik korban tanpa alat," kata dia.

Kepada keluarga korban, kata dia, Eko juga menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi berhasil mengungkap misteri pembunuhan Feby Kurnia (19), mahasiswi Program studi Geofisika FMIPA UGM.

Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap Eko Agus Nugroho, seorang pekerja outsourcing, yang sehari-hari bertugas membersihkan Gedung S2&S3 FMIPA UGM.(Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved