Kebakaran Lahan

Antisipasi Karlahut di Musim Kemarau, Perusahaan Wajib Bangun Menara Pemantau Api

Untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan pada musim kemarau di bulan Mei mendatang,

Antisipasi Karlahut di Musim Kemarau, Perusahaan Wajib Bangun Menara Pemantau Api
tribun kaltim
Ilustrasi menara pemantau kebakaran lahan dan hutan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan pada musim kemarau yang diperkirakan mulai di bulan Mei mendatang, sejumlah persiapan dilakukan Satgas Pencegahan Karlahut di Jambi.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan mewajibkan setiap perusahaan membangun menara pemantau kebakaran di areal perkebunan maupun hutan tanaman industri.

Hal ini ditegaskan oleh Komandan Satgas Pencegahan Karlahut Jambi, Kol Inf Makmur saat dikonfirmasi tribunjambi.com, Jumat (25/3/2016) kemarin.

"Salah satunya setiap perusahaan sudah kita sampaikan untuk membuat menara pemantau api. Sudah disepakati oleh semua perusahaan pemegang izin, ini wajib ada," katanya saat dikonfirmasi via telepon seluler.

Pemasangan menara ini dipandang perlu agar antisipasi secara dini bisa di lakukan untuk mencegah karlahut di musim kemarau 2016.

"Termasuk perlengkapan alat pemadam, mesin pompa air juga harus dilengkapi oleh semua purusahaan," kata Kol Inf Makmur yang juga Komandan Korem 042/gapu.

Kedepan pihaknya akan melakukan pengecekan terkait kesiapan para perusahaan di bidang perkebunan maupun HTI.

Bahkan jika ada yang terbukti tidak melengkapi peralatan, pemerintah tak segan mengusulkan untuk dilakukan pencabutan izin.

Apa lagi, kata danrem sudah ada kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh instansi terkait untuk berkomitmen melakukan upaya pencegahan.

"Sanksinya kalau ada pembiaran bila lokasi yang terbakar di salah satu perusahaan namun tidak dicegah akan diusulkan untuk dicabut izinnya. Ini sudah komitmen pak gubernur," Kata Kol Inf Makmur.

Selain itu, tim satgas saat ini sudah membentuk posko pencegahan hingga sub posko di tingkat kabupaten yang melibatkan semua instansi termasuk masyarakat sekitar.

"Kita juga lakukan patroli, untuk titik-titik di kecamatan posko dan teknisnya masih akan dibahas lagi," pungkasnya.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help