TribunJambi/

Kasus Penipuan

Asisten II Pemkot Jambi: Saya dan Istri Siap Kalau Anak Kami Harus Dipenjara

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jambi, Raden Irwansyah mengaku cukup dirugikan dengan kasus

Asisten II Pemkot Jambi: Saya dan Istri Siap Kalau Anak Kami Harus Dipenjara
TRIBUN JAMBI/DEDY NURDIN
Korban penipuan berkedok Honorer PNS dan pegawai PDAM memperlihatkan kwitansi bukti setoran kepada terlapor Julian Nanda, Jumat (12/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Asisten II Sekretariat Daerah kota Jambi, Raden Irwansyah mengaku cukup dirugikan dengan kasus penipuan yang dialami 63 orang warga Jambi.

Terlebih adanya pengakuan sejumlah korban yang mengaku tertipu oleh terlapor yang tak lain adalah anaknya sendiri mencatut namanya yang ketika itu menjabat sebagai Pejabat Sementara Dirut PDAM Tirta Mayang, guna memperdayai para korban.

"Bagai mana bisa saya meluluskan pegawai, itu diluar kewenangan saya," dalihnya di hadapan Wali Kota Jambi dan para korban penipuan honorer.

Ia membenarkan jika Julian Ananda adalah anak kandungnya sendiri.

Namun, ia mengklaim tetap menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian untuk memeroses secara hukum.

Bahkan ia mengaku siap di non jobkan seperti ancaman Wali Kota Jambi jika terbukti sekongkol dengan terlapor Julian Nanda.

"Walaupun dia anak saya. Kalau dia salah saya dan istri ikhlas anak saya dipenjara. Kami minta supaya proses hukum dijalankan untuk membuktikan siapa yang salah," katanya.

Wahyono, salah seorang korban mengaku sempat menyetor uang Rp 30 juta ke terlapor untuk memuluskan keinginannya dan adiknya untuk menjadi pegawai di PDAM.

Bahkan dalam kwitansi bukti setoran yang diperlihatkannya tertulis uang Rp 30 juta sebagai jaminan untuk masuk kerja.

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help