TribunJambi/

Penerimaan CPNS

Kota Jambi Terancam tak Dapat Jatah CPNS

Pemerintah pusat menegaskan bahwa tidak akan memberi formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil

Kota Jambi Terancam tak Dapat Jatah CPNS
TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Menteri Yuddy di Dinas Dukcapil Kota Jambi, Rabu (23/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah pusat menegaskan bahwa tidak akan memberi formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada daerah yang belanja pegawainya sudah diatas 50 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Pendayahgunaan Aparatur Negara (Menpan) Yuddy Chrisnandi.

Dengan ketentuanya tersebut, sudah dipastikan bahwa Kota Jambi akan sulit untuk membuka formasi penerimaan CPNS, pasalnya jelang berakhirnya tahun 2015, belanja kepegawaian di ruang lingkup Pemerintah Kota Jambi sudah memasuki zona merah atau sebesar 55 persen.

"Pengajuan formasi CPNS akan kita lihat melalui analisa jabatan, analisa beban kerja dan pertimbangan belanja pegawai bagi pemerintah daerah. Kalau sudah diatas 50 persen maka tidak akan kita berikan formasi," tegas Yuddy Chrisnandi ketika berkunjung ke Kota Jambi kemarin (23/12)

Meskipun di Kota Jambi sendiri masih banyak kekurangan tenaga PNS, namun melihat belanja kepegawaian sudah melewati batas maka untuk membukan formasi CPNS sangat sulit.

"Kalau dibilang kurang jelas kurang, jadi pendaya gunaan aparatur harus mampu melayani pemerintah semaksimal mungkin saat ini mulai dari analisis jabatan, beban kerja dan lainya itu harus dilakukan intansi pemerintahan dan kemudian di audit kepegawaianya," katanya.

Namun, meskipun secara umum tidak akan ada formasi CPNS khususnya di Kota Jambi, tidak menutup kemungkinan formasi CPNS untuk rekrutmen akan terbuk untuk tenaga pengajar (guru) dan tenaga kesehatan di 2016.

"Kalau untuk guru dan tenaga medis atau kesehatan kita akan melakukan rekrutmen nanti," katanya.

Sementara itu, ia juga mengimbau bagi beberapa sarjana baru untuk tidak terfokus pada CPNS, karena jumlah formasi yang tersedia setiap tahunnya tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja.

"Selain mencari kerja di swasta akan lebih baik lagi mereka membuka usaha sendiri. Karena persaingan untuk CPNS juga sekarang sudah sangat tinggi," katanya.

Sementara itu, Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Jambi, Subhi mengatakan bahwa saat ini di Kota Jambi sendiri masih banyak membutuhkan pegawai khususnya dibidang tenaga pengajar ataupun tenaga kesehatan.

"Kalau dikata kurang pasti kurang, untuk tenaga pengajar dan tenaga kesehatan kalau ditotalkan bisa mencapai 500 tenaga yang dibutuhkan," katanya.

Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help