TribunJambi/

EDITORIAL

Berharap ke Nakhoda Baru

Editorial Tribun Jambi

KATA orang bijak, parameter kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa ditentukan oleh tinggi rendahnya pendidikan bangsa (anggota masyarakat) itu sendiri. Oleh karena itu sudah menjadi harga mati bagi institusi pendidikan tinggi (perguruan tinggi) harus menelurkan lulusan terbaik, berkompeten dan berkualitas.

Kamis (12/11) kemarin Universitas Jambi baru saja selesai melaksanakan perhelatan pemilihan pimpinan universitas alias Rektor. Melalui proses yang sangat melelahkan, akhirnya cita-cita Jhoni Najwan mau menjadi rektor kesampaian juga. Laki-laki berkacamata yang kerap diminta menjadi pengamat hukum pidana oleh media ini terpilih menjadi Rektor Unja setelah menyisihkan dua calon lainnya, Aulia Tasman (calon incumbent) dan M Rusdi.

Dan seusai pemilihan kemarin, rektor terpilih berjanji akan membawa Unja menjadi Universitas berbasis kewirausahaan atau bahasa kerennya, Entrepreneurship University. Lebih mendekatkan diri kepada kerja praktis, selain tetap melanjutkan program yang baik dari rektor sebelumnya.

Tentunya Jhoni Najwan tidak bekerja sendiri menakhodai "kapal" ini, dia akan dibantu oleh banyak pembantu-pembantunya yang memang sudah memiliki jam terbang tinggi sesuai disiplin ilmu serta pengalaman yang mumpuni.

Kita mafhum, maju mundurnya Unja tidak bergantung kepada Jhoni Najwan seorang. Institusi Unja adalah produk intelektual yang butuh kerja keroyokan untuk lebih meningkatkan kemampuan, kualitas, daya saing serta menghadapi era globalisasi yang berlari kencang. Satu hal lagi, setelah pemilihan rektor pembantu-pembantu yang cakap bisa diajak bekerja keras, bergerak cepat dan bertindak tepat akan ditetapkan.

Asal tahu saja, sebetulnya konsep entrepreneurship yang akan digaungkan oleh sang guru besar ilmu hukum pidana tersebut sudah dilakukan oleh satu di antara dosen Fakultas Pertanian di perguruan tinggi setempat. Nama dosen dimaksud adalah Dede Martino yang memang memiliki jiwa kewirausahaan dan sudah menciptakan sederet produk misalnya mesin daur ulang sampah yang bisa menghasilkan pupuk cair.

Terkait dengan ini semuanya, kita berharap semoga saja ke depan Universitas Jambi akan semakin berjaya tidak saja di rumahnya sendiri tapi berjaya hingga ke luar Jambi. Sejalan dengan hal itu, Provinsi Jambi yang terus menggenjot pembangunan dari segala sektor, butuh "pasokan" tenaga dan pemikiran dari alumni-alumni terbaik Universitas Jambi untuk membangun Jambi. Karena ke depan diperlukan tenaga terampil.

Terlepas apa kata orang mengenai Unja, kita mesti bangga punya Unja yang sudah memasok alumninya untuk pembangunan Provinsi Jambi. Baik itu berprofesi sebagai birokrat, maupun tenaga pendidik serta lainnya. Merekapun tersebar di kabupaten/kota bahkan di luar provinsi Jambi. Mudah-mudahan sajalah, ke depan rektor baru Jhoni Najwan mampu membawa Unja lebih "bertaring" lagi sehingga produk Unja tidak hanya jago kandang melainkan bisa berbuat di "kandang" orang. Selamat bertugas Pak Jhoni Najwan. (*)

Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help