Kebakaran Lahan

Ternyata Sumber Asap dari Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit

Lokasi kebakaran gambut yang terluas di Muaro Jambi ternyata merupakan kawasan perkebunan

Ternyata Sumber Asap dari Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit
TRIBUN JAMBI/DEDY NURDIN

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lokasi kebakaran gambut yang terluas di Muaro Jambi ternyata merupakan kawasan perkebunan milik dari sejumlah perusahaan. Dari perhitungan BPBD dari 1.750 hektare hutan dan lahan yang terbakar, 1050hektar merupakan kawasan lahan. Dan yang terbesar merupakan milik beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di atas tanah gambut di Kecamatan Kumpeh Ulu.

Seperti terlihat saat awak media bersama rombongan TNI menyambangi lokasi kebakaran di Kecamatan Kumpeh Ilir. Api telah membakar ratusan hektare lahan kelapa sawit.

Ironisnya, dari beberapa perusahaan yang ada disana masih ada yang tidak memiliki peralatan pemadam kebakaran. Padahal sudah semestinya kepemilikan alat pemadam menjadi syarat mendirikan perusahaan perkebunan untuk mengantisipasi kebakaran lahan.

Bahkan saat ditanya terkait sumber api, beberapa perwakilan perusahaan menuding api berasal dari lahan HPH.

Salah seorang perwakilan dari perusahaan BEP menuding api bersumber dari lahan HPH yang berlokasi tak jauh dari lokasi mereka yang kemudian terus menjalar.

Selain BEP, kobaran api dari dalam lahan gambut juga membakar kawasan lahan HPH Perusahaan RKK. Anak dari Makin group yang juga ada tak jauh dari RPP.

Munadi, Head Operasion Perusahaan Makin Group mengklaim, kobaran api saat ini membakar sekitar 150 hektare area HPH yang belum ditanami.

"Kita estimasi lahan hutan yang belum dikerjakan, sekitar 120. Titik api dari HPH, " katanya kepada awak media.

Lebih lanjut, Munandi menyangkal jika pihaknya tidak memiliki alat pemadaman api. Ia mengklaim prusahaan tempatnya bekerja sudah berjalan sesuai SOP.

"Kita punya Waterboom ps, portabel, alat berat 2 unit, mesin robin pompa air 28 unit. Kebun yang sudah ditanami masih aman. Kita menjaga supaya tidak merembet ke sana, dampaknya karyawan terganggu semua kita kerahkan untuk membantu memadamkan api di sini termasuk ke perusahaan tetangga yang terbakar," katanya Sabtu (29/8) saat rombongan TNI Polri meninjau lokasi kebakaran.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan potensi fasilitas pemadam kebakaran (PK) tang mereka miliki sudah memenuhi prosedur dan bisa untuk menjaga lahan perkebunan sawit perusahaan RKK seluas 1.300 hektare.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved