TribunJambi/

Perombakan Kabinet Masa ke Masa

Ini Perombakan Kabinet Era Megawati dan SBY

Pada 11 Maret 2004, Megawati menyetujui pengunduran diri Menko Polhukam Susilo Bambang Yudhoyono.

Ini Perombakan Kabinet Era Megawati dan SBY
net
Presiden SBY saat melihat lukisan Bung Karno

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Megawati Soekarnoputri membentuk Kabinet Gotong Royong (9 Agustus 2001 - 20 Oktober 2004) dengan 33 menteri.

Pada 11 Maret 2004, Megawati menyetujui pengunduran diri Menko Polhukam Susilo Bambang Yudhoyono. Pada 19 April 2004, giliran Megawati menyetujui pengunduran diri Jusuf Kalla. Yudhoyono dan Jusuf Kalla berpasangan menjadi capres dan cawapres pada Pemilu 2004 dan memenangkan Pilpres 2004. Agum Gumelar juga mundur sebagai Menhub pada 24 Mei 2004 untuk mencalonkan diri sebagai cawapres pada Pilpres 2004.

Presiden Yudhoyono membentuk Kabinet Indonesia Bersatu (21 Oktober 2004 - 20 Oktober 2009) dengan 37 menteri dan Kabinet Indonesia Bersatu II (22 Oktober 2009 - 20 Oktober 2014) dengan 38 orang.

Pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I, terjadi pergantian menteri, antara lain, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie digantikan oleh Boediono pada 7 Desember 2005 dan Boediono digantikan oleh Sri Mulyani pada 13 Juni 2008.

Aburizal Bakrie menggantikan Menko Kesra Alwi Shihab. Mensesneg Yusril Ihza Mahendra pada 9 Mei 2007 digantikan oleh Hatta Rajasa. Pada 9 Mei 2007, Menkominfo Sofjan Djalil digantikan oleh M Nuh, dan M Lukman Edy menggantikan Syaifullah Yusuf sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Pada 30 Maret 2007, Mendagri M Maruf digantikan oleh Widodo AS (merangkap Menko Polhukam) sebelum kemudian digantikan oleh Mardiyanto pada 29 Agustus 2007. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin pada 9 Mei 2007 digantikan oleh Andi Mattalatta, Menkeu Jusuf Anwar pada 7 Mei 2005 digantikan oleh Sri Mulyani, Menperin Andung Nitimihardja pada 7 Desember 2005 digantikan oleh Fahmi Idris. Menhub Hatta Rajasa pada 9 Mei 2007 digantikan oleh Jusman Syafii Djamal. Mennakertrans Fahmi Idris pada 7 Desember 2005 digantikan oleh Erman Suparno.

Selama Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Menko Perekonomian Hatta Rajasa diganti oleh Chairul Tanjung pada 13 Mei 2014 karena Hatta mencalonkan diri sebagai cawapres pada Pilpres 2014.

Sebelumnya pada 19 Oktober 2011, Menkumham Patrialis Akbar digantikan oleh Amir Syamsuddin, 20 Mei 2010 Menkeu Sri Mulyani digantikan oleh Agus Martowardojo (Agus pada 19 April 2013 digantikan oleh Hatta selaku Pelaksana Tugas Menkeu sebelum digantikan oleh Chatib Basri pada 21 Mei 2013).

Pada 19 Oktober 2011, Mentamben Darwin Zahedy Saleh digantikan oleh Jero Wacik (sebelumnya Menparekraf), Mendag Mari Elka Pangestu bergeser ke Menparekraf dan jabatan Mendag digantikan oleh Gita Wirjawan (Gita diganti Bayu Krisnamurthi pada 31 Januari 2014 dan Bayu diganti oleh Muhammad Lutfi pada 14 Februari 2014), Menhub Freddy Numberi diganti oleh EE Mangindaan (sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan jabatan itu beralih kepada Abubakar Azwar),

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad digantikan oleh Sharif Cicip Sutardjo, Menristek Suharna Surapranata digantikan oleh Gusti Muhammad Hatta (sebelumnya Menteri LH dan jabatan Menteri LH beralih kepada Balthasar Kambuaya), Menteri BUMN Mustafa Abubakar digantikan oleh Dahlan Iskan, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Manoarfo digantikan oleh Djan Faridz.

Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih wafat dan digantikan oleh Pelaksana Tugas Menkes Ali Ghufron Mukti pada 30 April 2012 sebelum kemudian digantikan oleh Nafsiah Mboi pada 14 Juni 2012.

Menteri Agama Suryadharma Ali diganti oleh Lukman Hakim Saefuddin pada 9 Mei 2014.

Menpora Andi Mallarangeng digantikan oleh Menko Kesra selaku Pelaksana Tugas Menpora Agung Laksono pada 7 Desember 2012 sebelum beralih kepada Roy Suryo pada 15 Januari 2013.

Jaksa Agung Hendarman Supandji diganti Darmono pada 24 September 2010 untuk kemudian beralih pada Basrief Arief pada 26 November 2010.

Dalam pemerintahan presidensial, perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Tetap saja perombakan kabinet merupakan hal yang menarik perhatian publik dan menjadi waktu yang ditunggu-tunggu ketika presiden merencanakan mengganti para menterinya.

Editor: deddy
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help