TribunJambi/

Masakan Rumah nan Tersaji Prasmanan

Ingin bersantap masakan ala rumahan tapi di spot kuliner yang representatif?

Masakan Rumah nan Tersaji Prasmanan
TRIBUNJAMBI/EKO PRASETYO

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Ingin bersantap masakan ala rumahan tapi di spot kuliner yang representatif? Mampir saja ke Resto IGGO alias Iwan Goreng-Goreng yang berada tak jauh dari Sekolah Luar Biasa (SLB) di bilangan Telanaipura.

"Sajian masakan harian mulai dari sayuran bening dan tumis, gulai, soto dan ragam menu masakan lainnya kita tawarkan dengan konsep prasmanan, dengan pengunjung bebas mengambil dan memilih masakan yang ingin disantap," ungkap Iwan, Pemilik Resto Iwan Goreng-Goreng, Kamis (27/3).

Iwan bilang ada 50 lebih menu masakan yang tersaji di mini restonya. Agar terlihat varitif, ada 10 menu yang berganti setiap harinya sesuai request pengunjung. Usaha yang dikatakan Iwan hadir sejak 2005 dan bermodalkan Rp 150 ribu tersebut, selalu ramai dikunjungi oleh pegawai pemerintahan dan swasta.

Mengusung konsep prasmanan atau mengambil makan sendiri menjadi daya tarik tempat makan ini. Daya tarik lainnya bila Anda ingin menambah porsi, khusus untuk nasi dan sayur tidak dikenakan biaya. Kecuali, kata dia, untuk lauk utama seperti ayam dan ikan dikenakan biaya sesuai harga dari setiap potong lauk yang diambil.

"Kisaran harga masakan di sini sangat terjangkau, untuk masakan-masakan ikan sampai ayam dibanderol dari harga Rp 7 ribuan sampai Rp 13 ribuan, namun untuk menu kepiting kita membanderol harga Rp 70 ribu untuk satu porsinya," jelasnya.

Konsep mini resto di IGGO yang diset semacam ruang makan di rumah sendiri, terdiri dari meja dengan kursi busa dan plastik. Tapi pengunjung bisa pula memilih lesehan sehingga lebih santai. Tempat berdaya tampung 100 orang ini dalam sehari bisa dikunjungi 500 pengunjung.

Di tempat ini pula ditawarkan masakan yang sebagian orang ogah menyantapnya, semisal jengkol dan petai.

Bahkan bila Anda merindukan masakan kampung halaman, Iwan mencoba untuk menunaikan keinginan itu. "Banyak menu yang ditawarkan, karena kita juga selalu membuat masakan apa yang ingin dimakan pembeli, jadi bila mereka kangen masakan daerah dan rumahnya bisa kita buat sesuai request," pungkasnya.

Bila Anda ingin bersantap di sini, baiknya di bawah pukul 21.00. Maklum saja, belum lagi pukul 21.00 tiba masakan yang ditawarkan kerap tandas karena diminati pembeli. (tyo)

Penulis: ekoprasetyo
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help