TribunJambi/

Penerapan PMRI

Bagaimana Membuat Siswa SD Senang Matematika?

Saya pernah ikut pelatihan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di Jogyakarta.

Bagaimana Membuat Siswa SD Senang Matematika?
dok pribadi

Elita SPd

Guru SD Islam Al-Falah Jambi


Saya pernah ikut  pelatihan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di Jogyakarta. Di sana saya mewakili guru dari Provinsi Jambi, dan mendapatkan materi tentang penerapan metode pendekatan PMRI dalam belajar matematika untuk siswa kelas awal di sekolah dasar.
Seharusnya materi ini saya share ke rekan-rekan guru lainnya, namun alangkah baiknya materi ini saya praktikkan dulu, dan setelah berhasil baru saya sebarkan.  Saat ini metode ini sudah saya sampaikan ke Kelompok Kerja Guru (KKG) di SD gugus Jelutung.

Berikut isi materi PMRI yang saya dapatkan beberapa waktu yang lalu.

PENERAPAN METODE PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIKINDONESIA (PMRI)
DALAM BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS AWAL DI SEKOLAH DASAR

    Bagi sebagian siswa menganggap pelajaran matematika itu memusingkan dan membosankan, karena harus menghapal rumus-rumus. Adalagi yang beranggapan bahwa pelajaran matematika itu bikin galau, apalagi yang mengajar guru killer.

Banyak artikel yang menyajikan trik dan cara cepat belajar matematika dan menghapal rumus dengan cepat. Sebenarnya pelajaran matematika itu bisa asyik dan menarik jika disajikan dengan cara yang menyenangkan sehingga dapat dipahami oleh siswa.

Menurut Bruner (dalam Hudojo 1988:56) "belajar matematika adalah belajar mengenai konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi yang dipelajari, serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika itu".

Pada teori Bruner, terdapat tiga tahapan belajar, yaitu tahap enaktif, tahap ikonik, dan tahap simbolik. Salah satu tahapnya yaitu tahap enaktif adalah tahap yang dilakukan anak untuk menggunakan atau memanipulasi objek-objek secara langsung.

Halaman
123
Editor: esotribun
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help