• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Jambi

Kehebatan Ernawati yang Bisa Atur Semua Proyek Diknas Jambi

Kamis, 6 Februari 2014 09:49 WIB
Kehebatan Ernawati yang Bisa Atur Semua Proyek Diknas Jambi
TRIBUNJAMBI/DUANTO A SUDRAJAT
Di bawah kepemimpinan Kajati Jambi Syaifuddin Kasim, sudah banyak menyeret pejabat-pejabat Jambi yang tersandung kasus hukum 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Duanto A Sudrajat

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ernawati, mantan Kabid Dinas Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, posisinya bukan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

 Namun ternyata dia memiliki peran dalam 20 proyek, yang saat ini sedang dalam penyelidikan Kejaksaan Tinggi Jambi.
Dalam puluhan proyek yang nilai keseluruhannya sekira Rp 50 miliar, meski tidak berada di jabatan penting itu, namun kenyataannya perempuan tersebut mampu mengatur proyek-proyek. 

 "Dia bukan PPTK, tapi dia semua yang mengatur proyek-proyeknya," ujar Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jambi, Rabu (5/2) siang.

 Rabu siang sampai sore, Ernawati kembali menjalani pemeriksaan lanjutan, untuk mencari data sebagaimana disebutkan Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi.

 Informasi sementara yang diperoleh Masyrobi, perempuan yang disebut-sebut membuat heboh itu telah membawa data-data. Namun, informasi dari Ernawari, tidak semua data yang dimaksud bisa berada di kejaksaan.

 Pihak kejaksaan sejauh ini, menurut Masyrobi sudah menemukan adanya dugaan fiktif dalam proyek. Lantas apakah yang dimaksud fiktif itu senilai Rp 2 miliar seperti yang santer terdengar? "Pokoknya sudah ditemukan. Bukan fiktif tapi ada proyek yang tidak sesuai," tuturnya.

 Jumlah proyek yang terkait dengan Ernawati banyak 20 item. Sekira 12-16 proyek ditelusuri kejaksaan seperti disebutkan kajati. Apakah nanti proyek-proyek itu ditelusuri satu per satu? "Nanti pilah-pilah saja, yang ada kerugian negaranya," kata Masyrobi. "Lumayan lah. Nilai kerugian negara cukup besar," lanjutnya menjawab pertanyaan wartawan.

 Proyek-proyek yang diduga sarat korupsi itu cakupannya bukan hanya untuk lingkup dinas pendidikan provinsi, melainkan sampai ke kabupaten-kota di Provinsi Jambi.

 Kasus itu berawal dari beberapa item laporan kecil-kecil, seperti pemberantasan buta aksara Alquran dan olimpiade (pelajar), yang kemudian ternyata berkembang dan bertambah besar. Penyelidikan berkembang ke pekerjaan lain yang mencapai 20 item proyek. 

Penulis: duanto
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas