• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Jambi

Indonesia vs Korea Selatan, Perkuat Character Building

Sabtu, 12 Oktober 2013 09:35 WIB
Indonesia vs Korea Selatan, Perkuat Character Building
TRIBUNNEWS

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Tim Nasional (Timnas) Indonesia U‑19 harus bekerja ekstra keras untuk bisa lolos ke putaran final Piala Asia U‑19 2014 nanti. Kemenangan atas Korea Selatan U‑19 mutlak harus diraih Garuda Jaya saat berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/10) malam ini.
Pelatih Indonesia U‑19, Indra Sjafri, tidak hanya membekali kemampuan teknis kepada Evan Dimas dan kawan‑kawan agar mampu unggul atas tim berjuluk Ksatria Taeguk tersebut. Aspek spiritual para pemain juga mendapat perhatian khusus dari pelatih asal Sumatera Barat ini.
Indra mempersiapkan timnya di semua sisi termasuk character building yang kuat agar mampu bertarung hingga titik darah penghabisan untuk mengharumkan nama bangsa.
Salah satu yang dilakukan Indra adalah dengan mengingatkan anak asuhnya agar tidak takabur dan pandai bersyukur saat mampu mencetak gol.
"Saya cuma bilang kepada mereka agar merayakan kebahagiaan dengan bersyukur kepada Tuhannya. Adapun caranya seperti apa itu hanya mereka dan Tuhannya yang tahu," kata Indra seusai memimpin latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Jumat (11/11).
Jika dilihat sejak awal U‑19 tampil di ajang Piala AFF bulan lalu terus berlanjut ke Kualifikasi Piala Asia, mereka memang sangat sering melakukan selebrasi mencetak gol dengan bersujud di atas lapangan. Namun Indra mengaku itu bukan instruksi khusus yang wajib dilakukan Evan Dimas dkk.
"Tuhan yang menyuruh mereka melakukan selebrasi bersujud dan tempat bersyukur adalah Tuhan. Kalau yang muslim ya dengan bersujud. Tapi ya terserah mereka mau mengungkapkan kesyukuran itu dengan cara bagaimana," ujar Indra.

Menangkan lini tengah
Indra juga tak kalah seriusnya menyiapkan tim Garuda Jaya dari sisi teknis untuk melawan Korsel. Pada pertandingan nanti malam, Indra akan berusaha mengeksploitasi kelemahan Korsel.
"Kita melakukan evaluasi dan analisa untuk tim Korsel, dan kami lakukan simulasi saat latihan tadi, Korsel punya kekuatan di sayap dan dua wing back yang sering naik tapi mereka punya kelemahan di midfield. Jika ingin memenangkan pertandingan, maka kami harus memenangkan pertarungan lini tengah," ujar Indra.
Saat sesi latihan kemarin sore, Indra memang memberikan perhatian khusus kepada para gelandang.
Peran Evan Dimas, Hargianto, dan Zulfiandi akan lebih dimaksimalkan untuk membentuk poros triangle yang biasanya jadi kekuatan inti Indonesia U‑19. Paulo Sitanggang disiapkan sebagai alternatif bila Hargianto atau Zulfiandi tak maksimal.
Sementara dua pemain sayap kiri dan kanan, Ilham Udin Armayn dan Maldini Pali dipastikan akan tetap menjalankan peran sebagai pengganggu konsentrasi pertahanan lawan.
Sayangnya, Dinan Yahdian Javier yang biasanya jadi pelapis Maldini dipastikan absen karena cedera usai membentur tiang gawang saat laga melawan Filipina.
Namun Indra sudah punya supersub yang tengah naik daun yakni, Yabes Roni Malaifani. Pemain asal Alor, Nusa Tenggara Timur, yang mencetak gol ke gawang Filipina ini akan kembali dimainkan sebagai pengganti Maldini. "Dia akan masuk di babak kedua," ujar Indra.
Sementara Mukhlis Hadi Ning Saifullah akan tetap menjalankan perannya sebagai penyerang tunggal. Muckhlis diharapkan kembali menjadi mesin gol seperti melawan Laos.

Tugas berat pertahanan
Kabar baiknya di posisi pertahanan, Indonesia sudah bisa memainkan Syahrul Kurniawan yang di laga melawan Filipina absen karena cedera. Syahrul dinyatakan sudah sembuh total.

Dengan demikian tandem Syahrul dan Hansamu Yama Pranata akan kembali menghiasi skuad Garuda Jaya. Putu Gede Juni Antara dan Muhammad Fatchurrahman akan kembali menempati posisi wing back dengan Ravi Murdianto di posisi kiper.
Indra menjelaskan, tugas lini belakangnya bakal lebih berat dari sebelumnya. Korsel diprediksi akan mengeksploitasi kelemahan pertahanan Indonesia terutama melalui bola‑bola atas yang biasanya diawali dengan mengirim umpan crossing ke pertahanan Indonesia.
"Kami harus handling from crossing jadi kami tidak akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan crossing dari pinggir, bisa melalui tackling atau man marking. Organisasi tim korsel lebih bagus karena mereka tim yang sudah lama bersama, mereka sudah pernah juara," ujar Indra.
Meski Korsel lebih berpengalaman di Piala Asia dengan status mereka sebagai tim juara bertahan Piala Asia U‑19 yang telah 12 kali menjuarai Piala Asia, Indra menegaskan tidak akan main negatif melawan mereka. Indonesia akan tetap bermain seperti karakter permainan mereka sebelumnya.
"Kami tidak akan melakukan counter attack, sebab bagi kami kalah atau menang sama saja, jadi ya harus menang. Kami berada pada form bagus karena ini pertandingan ketiga dan kami berada pada puncak performa," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Yama Pranata. Bek jangkung ini mengungkapkan optimismenya menghadapi Korsel. "Kami main biasa aja seperti biasanya. Yang paling adalah bagaimana kami bisa meningkatkan performa melawan tim yang berbeda," ujar pemain jangkung asal Pasuruan, Jawa Timur, ini.
Korsel sendiri sejak keikutsertaan mereka di ajang Kualifikasi Piala Asia ini selalu menebar ancaman. Tim Negeri Ginseng menang telak 4‑0 atas Filipina kemudian menggulung Laos denga skor 5‑1.
Indonesia dan Korsel saat ini berbagi enam poin setelah sama‑sama meraih dua kali kemenangan namun Korsel memuncaki klasemen Grup G karena unggul produktivitas gol.
Maka tak ada kata lain buat Indonesia kecuali menang atas Korsel jika ingin melaju secara otomatis ke putaran final Piala Asia 2014 di Myanmar nanti. Juara grup dari sembilan grup di kualifikasi otomatis lolos.
Bila seri atau kalah, Indonesia harus berhitung poin dan selisih gol dengan sembilan tim runner up dari delapan grup lain, untuk mendapatkan jatah sebagai enam runner up terbaik yang lolos ke Myanmar. (tribunnews.com/cen)

Editor: deddy
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas