Senin, 24 November 2014
Tribun Jambi

Mantan Pastor Dituntut Hukuman Mati

Rabu, 24 Juli 2013 13:34 WIB

TRIBUNJAMBI.COM, MAUMERE - Herman Jumat Masan (45) dituntut hukuman mati karena terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosephine Kerodok Payong.

Ia juga membunuh dua bayi laki-laki hasil hubungannya dengan Mery,  sapaan Yosephine Kerodok Payong.

Tuntutan terhadap mantan pastor ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Maumere, Winarko, S.H dan Hersen, S.H, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Maumere, Selasa (23/7/2013).
Mendengar tuntutan itu, Herman hanya tertunduk lesu. Sidang tuntutan ini dipimpin Majelis Hakim, Beslin Sihombing, S.H, didampingi dua hakim anggota, Miduk Sinaga, S.H dan Gustav Kupa, S.H.

Herman terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang diatur dalam pasal 340 KUHP junto pasal 65 ayat 1 dan pasal 181 KUHP junto 65 ayat 1 KUHP, tentang menguburkan mayat untuk menyembunyikan kematian seseorang.

Herman melalui kuasa hukumnya, Marianus Moa, S.H dan Viktor Nekur, S.H akan mengajukan nota pembelaan pada sidang pekan depan.

JPU Winarko ketika membacakan tuntutan menyampaikan perbuatan tindak pidana yang dilakukan  Herman, yakni terdakwa adalah seorang pastor, seharusnya memberikan contoh yang baik kepada umatnya.

Perbuatan Herman, seorang berpendidikan teologi dan seorang pembina calon imam, sungguh meresahkan masyarakat. Apalagi keluarga korban yang mencari selama 10 tahun lamanya.  Selain itu, perbuatan Herman telah menyebabkan tiga nyawa meninggal dunia dan menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi keluarga korban.

Kuasa hukum Herman Jumat Masan, Viktor Nekur, S.H, yang ditemui usai sidang di PN Maumere, Selasa (23/7/2013) mengatakan,  Herman akan mengajukan nota pembelaan atas tuntutan pidana mati tersebut.

"Kami akan mengajukan nota pembelaan atas tuntutan pidana mati oleh JPU Kejari Maumere dalam sidang pekan depan," kata Viktor.

Ketua Majelis Hakim PN Maumere, Beslin Sihombing, S.H, kepada wartawan usai sidang mengatakan, sidang kasus Herman akan digelar pekan depan untuk mendengar nota  pembelaan dari Herman atas tuntutan JPU.

Selanjutnya, majelis hakim akan menanyakan lagi kepada JPU apakah tetap pada tuntutan atau mengajukan tanggapan atas pembelaan Herman. "Kalau tidak ada tanggapan dari JPU, kami akan menjatuh vonis bagi Herman,"  kata Beslin, yang juga Ketua PN Maumere.  (*)

Editor: esotribun
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas