Senin, 22 Desember 2014
Tribun Jambi

Adelia Sebut Oom

Rabu, 17 Juli 2013 10:20 WIB

Adelia Sebut Oom
ist
ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL -  Upaya untuk mengungkap pembunuhan sadis terhadap Azizatul Mukaram (33), terus diupayakan oleh aparat Polres Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Berbagai langkah dilakukan oleh pihak kepolisian, di antaranya dengan mendatangkan tim ahli forensik dari Palembang, hingga pemeriksaan saksi-saksi.
Sejauh ini, menurut Kasatreskrim Polres Tanjab Barat AKP Taufiq Nurmandia, polisi telah memeriksa tiga saksi. Di antaranya kerabat satu rumah dengan Korban, Eva. Setelah itu Ja'far tetangga korban, dan Suherman, sopir travel yang mengantar ke rumah korban (Jalan Siswa Ujung), saat korban pulang dari Jambi.
Taufiq mengatakan anak korban yang paling kecil Adelia (2) saat malam kejadian tidur bersama korban, setelah kejadian sering bilang 'Oom'. Lalu apakah akan ada pengembangan atas ucapan Adelia tersebut?
"Ditanya, Oom memang. Itu yang sedang kita mau dalami. Anak kecil inikan susah, dia belum bisa ngomong. Tapi tetap kita usahakan," terangnya.
Berbagai cara sejauh ini tengah diupayakan oleh pihak kepolisian, hanya saja memang belum menunjukkan hasil yang baik.
Hingga kemarin, belum satupun orang yang dicurigai sebagai pelaku. Polisi dibantu warga, juga belum menemukan bukti senjata yang digunakan untuk menghabisi ibu dua anak tersebut.
Dan dari keterangan saksi yang sudah diperiksa, belum ada yang bisa dikembangkan. Karena rata-rata saksi mengaku mengetahui kejadian saat pagi hari. "Hari ini (kemarin,red) ada lagi yang diperiksa, tapi belum bisa saya sampaikan. Dan terus ada penambahan pemeriksaan saksi," katanya saat ditemui di Mapolres, Selasa (16/7).
Sementara untuk hasil pemeriksaan tim forensik, Taufiq belum mengungkapkan. "Satu minggu ke depan akan ada hasil tertulis dari mereka (tim forensik)," jelasnya. Dari autopsi yang dilakukan tim forensik tersebut, menurut Taifiq akan diketahui penyebab kematian, dan akan diketahui apakah ada tindakan pemekorsaan terhadap korban.
Namun cukup mengagetkan, dari hasil sementara saat dilakukan pemeriksaan oleh tim forensik di RSUD Daud Arief, secara kasat mata jumlah tusukan yang diderita korban cukup banyak, yakni mencapai sepuluh tusukan di sekujur tubuh, baik bagian depan maupun belakang.  Beberapa tusukan menurut keterangan Taufiq menyisakan bekas luka cukup lebar.
"Kemarin yang terlihat tiga (saat masih mengenakan pakaian), tapi setelah kami lihat lagi tadi, ada sepuluh tusukan. Nanti dari hasil forensik kita bisa melihat besaran bekas luka tusukannya," ujar Taufiq.
Dari TKP, polisi baru dapat memberi petunjuk bahwa pelaku kemungkinan masuk melalui jendela, karena tidak ditemukan tempat lain yang dapat menunjukkan tempat masuk pelaku.

Penulis: awang
Editor: fifi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas