TribunJambi/

Pilwako Jambi

Hitungan KPU Fasha Menang

Rekapitulasi hasil penghitungan suara oleh KPUD Kota Jambi menyatakan pasangan calon nomor urut tiga

Hitungan KPU Fasha Menang
TRIBUNJAMBI/HANIF BURHANI
Pleno KPU Kota Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI ‑ Rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Jambi oleh KPUD Kota Jambi menyatakan pasangan calon nomor urut tiga yaitu Sy Fasha‑Abdullah Sani unggul sebagai peraih suara terbanyak.
Hasil rekapitulasi tersebut tidak berbeda dari hasil pleno yang dilakukan Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK). Namun pasangan calon wali kota Jambi Sum Indra‑Maulana (Simpatik) yang berada di urutan ke dua dengan perbedaan suara tipis, menolak menandatangani hasil pleno KPUD, Jumat ( 5/7).
Pleno penyampaian rekapitulasi hasil perhitungan suara untuk semua pasangan calon Wali Kota Jambi yang disampaikan PPK yaitu, pasangan nomor urut satu Bambang Priyanto‑Yeri Mutholib (Bayer) meraih suara dengan 26.660, selanjutnya pasangan Sum Indra‑Maulana (Simpatik) meraih suara dengan 85.394, pasangan Sy Fasha‑Abdullah Sani (FAS) meraih suara 88.464 dan selanjutnya pasangan Effendi Hatta dan Asnawi Ab (Fena) meraih suara 47.646.
Dari hasil rekapitulasi itu didapat perolehan suara sah yaitu 250.164 untuk suara tidak sah mencapai 10.135 sedangkan suara sah dan tidak sah mencapai 260.299.
Sedangkan untuk surat suara yang dikembalikan oleh pemilih karena rusak atau keliru dicoblos mencapai 1.013 sedangkan untuk suara tidak mencapai 10.135 dan surat suara yang tidak terpakai mencapai 163.906. Sementara surat suara yang diterima termasuk cadangan adalah 425.218
Dalam data KPUD Kota Jambi juga menjelaskan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 259.131 sedangkan jumlah pemilih dalam salinan DPT yang tidak menggunakan hak pilih mencapai 155.931.
Menanggapi hasil pleno ini, Sartono saksi Simpatik menyatakan keberatan. Sartono menyatakan ada pembiaran dari petugas KPPS dari TPS 16 di kelurahan Ekajaya yaitu di Perumahan Vila Ratumas. Menurutnya ada 8 warga yang mencoblos yang bermodalkan KTP dan KK Muarojambi.
"Kami sudah sampaikan ini pada KPUD Kota Jambi melalui berita acara," kata Sartono.
Menanggapi hal ini Ketua KPUD Kota Jambi Ratna Dewi mengatakan yang bersangkutan hanya mampu menyampaikan satu lembar fotocopy KTP, namun tidak mampu menunjukkan KK.
"Kita akan mengecek di form C1 benar tidak ada di pemilih dari daerah lain di TPS tersebut karena kan kita belum crosscheck, sementara laporan tidak ada," kata Ratna Dewi.
Ratna Dewi menjelaskan untuk masa sanggahan ke Mahkamah Konstitusi akan dimulai tiga hari sejak penetapan calon. Sehingga yang bersangkutan dapat melakukan gugatan pada hari Senin hingga Rabu pekan depan.
"Jika tidak ada gugatan teknis dari MK maka kami akan langsung menyampaikan hasil pleno ini pada DPRD Kota Jambi," ujarnya.
Ratna Dewi juga mengomentari tentang angka golput yang lebih tinggi dari pemenang pilwako. Namun menurutnya angka tersebut masih terbilang rendah, soalnya tingkat partisipasi mencapai 62,7 persen sedangkan golput 37,2 persen.
"Tergantung ya, apakah dinilai angka yang tinggi karena di beberapa daerah lain hal tersebut terjadi," katanya lagi.

Penulis: andika
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help