• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 20 Agustus 2014
Tribun Jambi

Siswa SPN Jambi yang Kabur Ditemukan Tewas

Senin, 24 Juni 2013 10:04 WIB
Siswa SPN Jambi yang Kabur Ditemukan Tewas
SERAMBI INDONESIA/DEDE ROSADI
ilustrasi. Anggota Polres Aceh Singkil Brigadir Mulyadi, Kamis (20/12/2012) sekitar pukul 06.30 WIB, ditemukan meninggal tergeletak di pinggir jalan Singkil-Subulussalam, kawasan Lae Ijuk, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil. Belum diketahui penyebab kematian korban

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI ‑ Setelah dua hari dicari keberadaannya, Hottua Halomoan Tampubolon akhirnya berhasil ditemukan. Sebelumnya ia kabur dari pendidikan di SPN Jambi.
Siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi, Pondok Meja, Kabupaten Mestong, Kabupaten Muaro Jambi ini ditemukan telah meninggal dunia, tepatnya di Kebun Sawit belakang rumah warga, RT 28, Desa Sumber Rejo, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Minggu (23/6).
Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah mengatakan siswa yang merupakan kiriman dari Polda Metro Jaya ini ditemukan pada Minggu (23/6), sekitar pukul 12.00, atau berjarak sekitar 50 meter dari jalur latihan.
"Ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Masih dilakukan identifikasi dari tim Inafis Polda," kata Almansyah, kemarin.
Saat ditemukan, Hottu masih berpakaian latihan lengkap. Belum diketahui penyebab ia sampai meninggal dunia. Sebelum ditemukan ia diketahui hilang Jumat (21/6). Saat itu Ia usai mengikuti kegiatan pelajaran ketangkasan lapangan dengan rute enam kilometer.
"Dari informasi masyarakat, yang bersangkutan menggunakan kaus celana dan sepatu PDH bertanya ke masyarakat jalan ke Palembang. Diduga akan melarikan diri," ujarnya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun Tribun dari SPN, pihak keluarga korban telah tiba. Hingga saat ini, telah dua orang siswa meninggal dunia dari 713 siswa yang mengikuti pendidikan di SPN Polda Jambi, sejak tanggal 3 Juni 2013 lalu.
Sebelumnya, siswa bernama Ferry Wahyudi juga meninggal dunia. Diduga, siswa asal Polda Metro Jaya itu meninggal akibat keletihan setelah lari 'cross country' sejauh enam kilometer di kawasan SPN.

Kurangi Kegiatan
Pascatragedi yang menimpa siswa SPN, kegiatan fisik siswa akan dikurangi. Pasalnya, saat ini cuaca begitu ekstrim hingga menyebabkan siswa kelelahan.
"Kegiatan tetap berjalan, tapi kita kurangi kegiatan fisik. Memang tidak setiap hari di lapangan," kata Kepala SPN Polda Jambi AKBP Gatot Santoso, kemarin.
Disinggung mengenai kasus yang menimpa Hottua, ia mengatakan Hottua bukan melarikan diri melainkan tidak mengikuti jalur hingga ditemukan telah meninggal dunia.
Saat ini, jenazah Hottua masih berada di rumah sakit Bhayangkara dan akan dilakukan autopsi oleh dokter Forensik dari Palembang.
"Dokter masih dalam perjalanan dari Palembang, .kita belum tahu kenapa (Hottua) meninggal. Nanti diketahui dari hasil dokter forensik," katanya. (man)

Penulis: berman
Editor: deddy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
271822 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas