Wartawan Tertembak
Dodi Diperiksa Intensif
TRIBUNJAMBI.COM - Kabid Propam Polda Jambi AKBP Nurcholis, mengatakan, pihaknya intensif memeriksa Dodi terkait pelanggaran disiplin.
Tayang:
Penulis: Deni Satria Budi | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Kabid Propam Polda Jambi AKBP Nurcholis, mengatakan, pihaknya intensif memeriksa Dodi terkait pelanggaran disiplin. Sementara itu untuk pelanggaran pidana, kata Nurcholis, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari Anton atau pihak perusahaan yang menaunginya. Menurut Nurcholis, sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai yang diterima.
"Silakan saja kalau mau melaporkan masalah pidananya. Kalau memang ada laporannya, nanti yang pidana akan didahulukan. Namun untuk pelanggaran disiplin dan etikanya tengah kita periksa," tuturnya.
Pihak Polda Jambi juga sempat memperlihatkan Briptu Dodi yang telah diamankan Bid Propam Polda Jambi kepada para wartawan yang menggelar aksi solidaritas Selasa (18/6) di Mapolda Jambi.
Dalam aksinya, puluhan jurnalis meminta Polda mengusut secara tuntas, termasuk menghukum pelakunya sesuai ketentuan berlaku.
Mereka membentangkan pamflet menyuarakan solidaritas terhadap insiden yang melukasi Anton. "Pecat oknum polisi yang tidak disiplin dan secara sengaja menembak wartawan," teriak pendemo.
Hanya saja, wartawan tidak diperkenankan bertanya atau mewawancarai Briptu Dodi, karena masih dalam pemeriksaan oleh Propam.
"Hingga kemarin, sudah ada lima orang yang diperiksa," kata Kabid Propam Polda Jambi, AKBP Nurcholis, saat dikonfirmasi wartawan via handphonenya, kemarin.
Dari lima orang yang diperiksa kata Nurcholis, satu di antaranya adalah Briptu Dodi, yang diduga lalai sehingga menyebabkan Anton tertembak.
Sedangkan empat orang lainnya, Nurcholis mengaku tidak mengingatnya. Namun, ia mengatakan bahwa satu dari empat orang tersebut adalah wartawan, yang diduga melihat langsung kejadian tersebut.
"Namun barang bukti belum diserahkan. Untuk laporan masalah disiplinnya, sudah dibuat," katanya, kemarin.
"Silakan saja kalau mau melaporkan masalah pidananya. Kalau memang ada laporannya, nanti yang pidana akan didahulukan. Namun untuk pelanggaran disiplin dan etikanya tengah kita periksa," tuturnya.
Pihak Polda Jambi juga sempat memperlihatkan Briptu Dodi yang telah diamankan Bid Propam Polda Jambi kepada para wartawan yang menggelar aksi solidaritas Selasa (18/6) di Mapolda Jambi.
Dalam aksinya, puluhan jurnalis meminta Polda mengusut secara tuntas, termasuk menghukum pelakunya sesuai ketentuan berlaku.
Mereka membentangkan pamflet menyuarakan solidaritas terhadap insiden yang melukasi Anton. "Pecat oknum polisi yang tidak disiplin dan secara sengaja menembak wartawan," teriak pendemo.
Hanya saja, wartawan tidak diperkenankan bertanya atau mewawancarai Briptu Dodi, karena masih dalam pemeriksaan oleh Propam.
"Hingga kemarin, sudah ada lima orang yang diperiksa," kata Kabid Propam Polda Jambi, AKBP Nurcholis, saat dikonfirmasi wartawan via handphonenya, kemarin.
Dari lima orang yang diperiksa kata Nurcholis, satu di antaranya adalah Briptu Dodi, yang diduga lalai sehingga menyebabkan Anton tertembak.
Sedangkan empat orang lainnya, Nurcholis mengaku tidak mengingatnya. Namun, ia mengatakan bahwa satu dari empat orang tersebut adalah wartawan, yang diduga melihat langsung kejadian tersebut.
"Namun barang bukti belum diserahkan. Untuk laporan masalah disiplinnya, sudah dibuat," katanya, kemarin.