Kamis, 27 November 2014
Tribun Jambi

Dispenda Genjot PAD dengan Razia Kendaraan Bermotor

Sabtu, 8 Juni 2013 21:44 WIB

Dispenda Genjot PAD dengan Razia Kendaraan Bermotor
TRIBUNJAMBI/DENI SATRIA BUDI
Sepeda motor tak bertuan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -  Dinas pendapatan daerah (Dispenda) Kota Jambi saat ini mengupayakan di tahun 2013 ini, pendapatan asli daerah (PAD) jauh lebih meningkat dibanding tahun lalu.

Untuk meningkatkan PAD tersebut, saat ini Dispenda akan melakukan segala cara yang merupakan tupoksi mereka, salah satunya dengan melakukan razia kendaraan di jalan raya dengan sasaran kendaraan jatuh tempo atau kendaraan mati pajak dan mati pelat.

PLT Samsat Kota Jambi, Bahrul Akbar mengatakan, upaya yang dilakukan tersebut merupakan upaya yang konkrit dan terbukti untuk meningkatkan PAD, karena saat ini masih sangat banyak kendaraan yang berdomisili di Kota Jambi yang mati pajak dan mati pelat.

"Kita tahu, pajak kendaraan bermotor saat ini masih menjadi primadona bagi PAD di Kota Jambi, dengan dasar itu, maka kendaraan yang masih beroperasi di Kota Jambi yang mati pajak dan mati pelat, pajaknya akan kita tarik lagi. Dan itu sudah kewajiban pengguna kendaraan untuk melunasi pajak kendaraannya," ungkap Bahrul beberapa waktu lalu.

Selain melakukan razia kepada kendaraan yang mati pajak dan mati pelat untuk wilayah Kota Jambi dan Provinsi Jambi umumnya, kata Bahrul, petugas gabungan yang turun ke lapangan dari pihak kepolisian, dan Jasa Raharja juga menindak kendaraan pelat luar yang juga pemiliknya berasal dari Kota Jambi.

Menurutnya, kendaraan pelat luar yang masih berdomisili di Jambi sangat merugikan daerah kita sendiri, sebab wilayah yang digunakan adalah wilayah kita, sementara mereka (pengguna kendaraan,red) membayar pajak didaerah lain.

"Mereka bayar pajak di tempat lain, sementara kendaraanya ditempat kita. Jadi ini bisa merugikan kita. Peraturan sudah jelas dan tertera di belakang setiap STNK kendaraan, apabila kendaraan tersebut berada di suatu tempat lebih dari bulan yang ditentukan, maka pemilik kendaraan wajib melaporkan dan pindah alamat," tegasnya.

Lebih lanjut Bahrul menjelaskan, pada tahun ini, dispenda Jambi menargetkan pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor sebesar  Rp 400 milyar lebih, dengan target itu, sampai saat ini dispenda baru mengumpulkan 50 persen.

"Hasil ini terhitung dari bulan Mei lalu. Untuk bulan sekarang belum masuk," imbuhnya.
Penulis: muzakkir
Editor: fifi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas