A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Polairud akan Koordinasi Soal Pukat Harimau - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Jambi

Polairud akan Koordinasi Soal Pukat Harimau

Sabtu, 1 Juni 2013 09:54 WIB


TRIBUNJAMBI.COM - Kasat Polair Tanjab Barat AKP Simanungkalit mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti  Dinas Perikanan dan Kelautan, kemudian dengan Polair dari Mabes, guna melakukan peninjauan ke wilayah laut.
"Ini perlu diperhatikan, sudah sangat jelas pukat harimau merugikan nelayan kita dari Tanjab Barat. Saya yakin kalau nelayan dari sini sepertinya tidak ada yang menggunakan pukat harimau, karena kita intens sosialisasi kepada nelayan akan efek buruk dari pukat harimau," kata Kasat Polair, Kamis (30/5).
Menurutnya, jika nanti ditemukan di laut yang menggunakan pukat harimau, maka akan dilakukan penangkapan, dan akan diancam sesuai dengan ancaman yang tercantum dalam undang undang perikanan.
"Sebelum dilakukan penegakan hukum, kita akan kaji dulu sejauh mana penyimpangan yang dilakukan oleh nelayan yang menggunakan pukat harimau. Jika sudah diambang batas toleransi maka akan langsung ditindak," tambahnya.
Polair Tanjab Barat juga akan akan berkoordinasi dengan pranata hukum di wilayah tetangga, seperti Tanjab Timur dan Provinsi Riau, untuk membicarakan pencegahan secara bersama atas praktek penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau.
Jelas dilarang
Sekda Tanjab Barat, Arief Munandar mengatakan penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau jelas dilarang.
"Masalah pukat harimau, saya minta memang segera dilakukan razia, karena pukat harimau ini juga merusak lingkungan. Tapi jangan sampai terjadi gesekan di lapangan," kata Arif.
Ia pun menegaskan, Dinas Perikanan dan Kelautan harus proaktif untuk komunikasi ke instansi terkait, untuk segera melakukan langkah langkah strategis guna mencegah keberadaan pukat harimau. Karena menurutnya sejauh ini jelas keberadaan pukat harimau sangat meresahkan nelayan Tanjab Barat, terutama nelayan kecil.
"Ini memang butuh pengawasan khusus dari semua pihak, baik masyarakat maupun instansi terkait," ujarnya.
Ditanya tentang banyaknya nelayan dari Tanjab Barat yang mencari ikan di wilayah Riau, atau sebaliknya, menurut Arief itu tidak masalah, yang tidak boleh jika mereka sudah ke luar negeri.
"Tinggal para nelayan di lapangan silaturahmi, karena kita ini satu rumpun, jangan sampai ada gesekan saat di laut nelayan dari Tungkal bertemu dengan nelayan Riau. Yang penting saya minta jangan pakai pukat harimau," katanya.
Ia pun menginginkan ada komunikasi antar-tokoh masyarakat, agar keharmonisan para nelayan dari daerah manapun tetap terjaga.
Disinggung masalah kesejahteraan nelayan yang kurang, dijelaskannya itu karena kapasitas pompong nelayan tradisional tidak memadai. Nelayan hanya dapat mencari ikan di wilayah pinggir, sehingga hasil yang didapat tidak maksimal.
"Sebenarnya ini butuh bantuan khusus, semisal dibantu  kapal yang lebih memadai agar nelayan bisa menjangkau tempat yang lebih luas, sehingga hasil tangkapan meningkat. Saya rasa ini bisa dikomunikasikan dengan pemerintah pusat," pungkasnya. (zha)

Penulis: awang
Editor: deddy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
257422 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas