Libur Belum Jadi Peak Season
TRIBUNJAMBI.COM‑ Momen libur tahun ajaran baru yang sudah di depan mata diyakini tak akan mendongkrak jumlah penumpang Bandara Sultan Thaha
Tayang:
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI ‑ Momen libur sekolah jelang tahun ajaran baru yang sudah di depan mata diyakini tak akan mendongkrak jumlah penumpang di Bandara Sultan Thaha. Hal itu disampaikan Manager Operasional Bandara Sultan Thaha Jambi, Alzog Pendra.
"Apalagi buat lonjakan penumpang yang masuk Jambi pasti lebih sedikit, karena destinasi wisata di Jambi masih sedikit pula," ujarnya kepada Tribun Senin (27/5).
Hal ini setidaknya juga berkaca dari pengalaman tahun lalu. Alzog menyatakan, tipikal penumpang pesawat Jambi saat musim liburan umumnya adalah kalangan pekerja yang dari luar Jambi untuk pulang kampung.
Saat ini Bandara Sultan Thaha memiliki 12 penerbangan dari empat maskapai yaitu, Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air serta Citilink. Lion Air menyediakan seat lebih banyak lantaran maskapai itu memiliki lima penerbangan setiap hari.
Stabilnya jumlah penumpang terkonfirmasi oleh jumlah penerbangan yang tak bertambah di musim libur. "Sampai sekarang belum ada permintaan dari maskapai untuk penambahan jadwal, kalau pun ada paling mendekati Lebaran. Kalau momen libur dirasa tidak berpengaruh terhadap peningkatan (penumpang)," katanya tentang peak season di Sultan Thaha.
Untuk diketahui per 19 Mei hingga kemarin, tercatat penumpang di Bandara Sultan Thaha dalam sepeken berkisar diangka 10 ribu sampai 11 ribu dari 12 penerbangan.
Manager Lion Air Jambi, Mardanus memberikan pandangan serupa bahwa libur sekolah bukan menjadi peak season. Kata dia, mengacu tahun lalu masyarakat justru lebih memilih berpergian saat momen Lebara dari pada libur sekolah.
"Biasanya seminggu mau Lebaran baru mulai sibuk, tapi juga gak terlalu besar dalam permintaan," ujarnya.
Dia bilang, saat ini masyarakat masih mengecek dan mencari harga tiket murah dari setiap maskapai. "Jarak antara libur sekolah menuju Lebaran membuat masyarakat juga berpikir memilih momen libur atau Lebaran untuk berpergian. Sehingga peningkatan pun juga tak mempengaruhi maskapai, sama seperti biasa," jelasnya. (tyo)