• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jambi

Anggota Polres Kerinci 27 Jam Buru Perampok

Minggu, 19 Mei 2013 09:50 WIB
Anggota Polres Kerinci 27 Jam Buru Perampok
TRIBUNJAMBI/EDI JANUAR
Perampok yang tertangkap


TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI -Polres Kerinci berhasil meringkus pelaku perampokan di RT 02 Desa Belui Atas, Kecamatan Depati VII, Sabtu (18/5). Polisi melumpuhkan mereka dengan timah panas setelah kejar-kejaran di hutan selama 27 jam. Sehari sebelumnya perampok kabur ke tengah hutan usai beraksi. 
Kejar-kejaran terjadi di hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tepatnya di Desa Pondok, Kecamatan Batang Merangin. Dua pelaku ditangkap, yakni AD dan SM. Kedunya warga Ogan Komering Ulu (Oku) timur. Kapolres Kerinci AKBP Ismail memimpin langsung pengejaran, dan menginap di tengah hutan.
Polisi sebelumnya telah menutup semua jalan keluar hutan. "Kami terpaksa membuat bivak di dalam hutan, karena anggota harus istirahat setelah terus‑menerus pengejaran. Apalagi kondisi medan yang sangat sulit ditembus," ujar Kapolres dikonfirmasi di lokasi penangkapan, kemarin. 
Kapolres didampingin Wakapolres Kompol Kristian Adiwinata mengatakan, pengejaran pelaku polisi harus berenang menyeberangi sungai, dan memanjat tebing serta menembus hutan berbinatang buas. "Anggota berhasil menemukan pelaku pukul 15.00 WIB. Kedua pelaku terpaksa harus ditembak, karena masih berusaha meloloskan diri dari kejaran petugas saat akan ditangkap," jelasnya.
Penangkapan melibatkan 4 polsek dengan 100 personel masih terus akan dilakukan karena tiga pelaku lainnya masih belum diketahui persembunyiannya. Polisi melibatkan Porbis dalam pengejaran bersama warga setempat. "Semua pintu keluar sudah ditutup, termasuk di kawasan muara emat jalan menuju ke jambi. Dan sebagian besar anggota yang dibantu masyarakat, masih berada didalam," ungkap Ismail.
Polisi sempat kesulitan saat mengevakuasi pelaku yang tertembak. "Perawakan mereka tinggi besar, sehingga sangat sulit untuk di evakuasi keluar dari dalam hutan. Awalnya saya mengira mereka adalah tentara, namun setelah di interogasi ternyata bukan," beber Kapolres Kerinci.
Kanit Buser Polres Kerinci, Bripka Amdani, yang bertemu langsung dengan pelaku, mengatakan AD da SM ditemukan di daerah dekat sungai, untuk mencari air karena sudah beberapa jam tidak makan.
"Saat akan dicegat anggota buser, mereka berupaya merampas senjata yang kami bawa, dan juga berusaha untuk melarikan diri, makanya langsung ditembak di bagian kaki mereka," ungkapnya.
Dari pengakuan pelaku, satu di antara tiga tersangka yang berhasil kabur, diduga warga Kerinci. Dan dua lainnya pernah tinggal di Kerinci. "Ini hanya informasi awal. Untuk data pasti harus melalui penyidik," tegasnya.
Untuk informasi, pengejaran kedalam hutan dilakukan mulai pukul 12.00 WIB, Jumat (17/5) kemarin, setelah polisi menemukan mobil pelaku di Jalan Simpang Gong, Desa Pondok. Pelaku tertangkap di Desa Kebun Baru. Proses evakuasi pelaku sempat menjadi tontonan warga. 
Jadi tontonan
Usai dirawat di rumah sakit akibat luka tembak di kaki, keduanya pelaku lantas diangkut mobil polisi guna pemeriksaan. Ratusan warga di halaman rumah sakit berhamburan melihat korban. Sebagian besar mengabadikan dengan ponsel, meski keduanya mengerang kesakitan. 
Pelaku hanya bercelana kolor dengan baju di tubuh meringis kesakitan. Informasi yang terhimpun Tribun, keduanya telah sering merampok di sejumlah lokasi. Terbukti dari sejumlah surat-surat emas yang ditemukan dari tangan pelaku.
"Dari pengakuan tersangka, mereka hanya baru sekali melakukan perampokan di Kerinci, selain itu mereka pernah merampok emas dan rumah kosong di Kabupaten Sarolangan," kata Kapolres Kerinci, tanpa menyebutkan berapa banyak hasil curian mereka.
Dalam menjalankan aksinya di Kerinci, jelas Kapolres mereka dibantu warga Kerinci sebagai pemberi informasi. "Memang ada dugaan keterlibatan warga kerinci, namun nanti akan kita dalami lagi dan pelaku akan diintrogasi,' sebutnya. Disinggung kemungkinan kaitan dengan teroris, Kapolres membantah.
"Ini murni perampokan, dan tidak ada hubungannya dengan kegiatan teroris yang akhir‑akhir ini terjadi di wilayah Indonesia,' tegasnya. Perampok menyatroni rumah Al Ahkamil (55), warga RT 02 Desa Belui Atas, Kecamatan Depati VII, sekitar pukul 09.30 Jum'at. Pelaku menggasak perhiasan, uang tunai, dan laptop pegawai Rutan Sungaipenuh itu.  
Sebelum beraksi pelaku kepergok keponakan korban, Novi. Pemilik rumah sedang ke Palembang. "Paman, Bibi dan anak perempuan mereka ke Palembang untuk menghadiri wisuda anak bungsu mereka, jadi rumah kosong. Rumah sebelah juga kosong, pemiliknya ke Bangko," ujarnya.
Dendi, keluarga korban, mengatakan sempat melihat pelaku perampokan. Sekitar pukul 10.00 dirinya pergi kerumah korban untuk mengecek keadaan rumah, karena malam hari dia yang menjaga rumah. Sesampainya dipagar rumah, dirinya diajak mengobrol orang yang tak dikenal yang keluar dari mobil Xenia warna hitam.
 "Dia tanya kepada saya yang punya rumah kemana, saya jawab ke Palembang. Dia ngaku orang Kayu Aro, tapi bahasa yang digunakannya bahasa Padang. Orangnya pakai jaket krem, badannya besar dan kekar," terangnya.
Sementara satu orang teman pelaku kata Dendi, duduk dikursi depan rumah korban. "Setelah sebentar mengobrol, saya menuju kerumah dan pelaku mengikuti saya hingga kepintu. Pas saya masuk kerumah, teman pelaku dua orang keluar dari pintu belakang rumah berlari membawa tiga tas dan langsung menuju mobil," ungkapnya.
Saat itulah, Dendi baru menyadari kalau orang yang berbicara dengannya adalah perampok. Dia lantas teriak mengatakan ada maling, sehingga pelaku sempat dikejar warga dan hampir tertangkap, tapi warga tidak berani mendekat, karena khawatir pelaku membawa senjata api. (eja)
Penulis: edijanuar
Editor: deddy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
250682 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas