• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribun Jambi
Home » Ekbis » Market

Gapkindo Jambi Tolak Pabrik Karet Baru

Selasa, 14 Mei 2013 10:08 WIB
Gapkindo Jambi Tolak Pabrik Karet Baru
ANTARA/ANIS EFIZUDIN


TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Jambi berharap tidak ada pendirian pabrik karet atau crumb rubber baru di Provinsi Jambi. Karenanya, Gapkindo meminta pemerintah tidak memberikan izin untuk pendiriannya.

Gapkindo beralasan, saat ini jumlah bahan baku dibaku dibanding kapasitas pabrik tidak seimbang. Perbandingannya, kata Sekretaris Gapkindo Jambi Hatta Arifin, satu berbanding dua. “Artinya lebih banyak kapasitas crumb rubber dibanding bahan baku,” tegasnya.

"Jangan sampai pesaing kita Malasyia dan Thailand mendirikan crumb rubber di negara kita,” katanya kepada Tribun, Senin (13/5).  

Ia mencontohkan di Bungo. Dengan produksi karet 67 ton per tahun, sedangkan kapsitas terpasang atau daya tampung pabrik 180 ribu ton. “Ini kan sudah tidak seimbang. Jadi kita meminta pemda tidak (memberi izin) pendirian crumb rubber," ujarnya. 

Jumlah itu memperlihatkan ketimpangan. Dengan pabrik karet yang ada di Jambi saat ini masih mampu menyerap produksi yang minim. Gapkindo mencatat, saat ini kapasitas terpasang pabrik kareet di Jambi sekitar 427 ribu ton. Sedangkan produksi hanya 290 ribu ton.

Untuk diketahui, di tingkat internasional Indonesia merupakan negara dengan areal karet paling luas di dunia. Ironisnya, itu berbanding terbalik dengan produksi lateksnya. “Tetapi  produksi ekspor karet Indonesia masih nomor dua. Vietnam menjadi acaman bagi Indonesia. Produksi karet mereka sudah membaik karena dibantu langsung pemerintah," sebutnya Hatta.

Saat ini Gapkindo Jambi membawahi 11 anggota yang aktif mengolah karet. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya berupa perusahaan dalam negeri, satu perusahaan Jepang, dan satu BUMN. 

Per April lalu, Jambi memproduksi 21 ribu ton karet.  Jumlah tersebut dieskpor ke negara tujuan utama ekspor yakni Cina, Tokyo, Amerika, Eropa. Untuk dalam negeri 10 persen, di antaranya ke Medan dan Jawa. "Ke Jawa pabrik ban terbesar Hancook di Tangerang, yang memproduksi ban," sebutnya. (hdp)
Penulis: hendri dede
Editor: deddy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
247382 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas