A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

BB Ilegal Banjiri Kota Jambi - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Jambi

BB Ilegal Banjiri Kota Jambi

Senin, 22 April 2013 09:47 WIB
BB Ilegal Banjiri Kota Jambi
TRIBUNJAMBI/SUANG SITANGGANG
Satu diantara blackberry blackmarket yang dijual di Kota Jambi dalam kemasan bersegel
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Suang Sitanggang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Konsumen telepon pintar di Jambi kini makin banyak pilihan. Selain dari mereknya yang variatif, BlackBerry (BB) ilegal kini membanjiri pasar di Jambi.

"Kalau mau yang murah, ini ada yang BM (black market)," kata seorang penjual ponsel di deretan ruko yang berada di Jalan Raden Mattaher, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Tawaran itu ia sampaikan saat Tribun menawar harga BB Belagio di konternya. 

Perempuan itu menawarkan BB Belagio dengan harga yang jauh lebih murah dari pada BB yang resmi masuk ke Indonesia. BB Belagio resmi dibanderolnya Rp 4,2 juta, sementara BB ilegal, yang biasa disebut black market, berani dilepasnya seharga Rp 3,1 juta sehingga selisihnya Rp 1,1 juta. 

Bukan hanya jenis Belagio yang ia jual. Gemini, Strom, Onyx, dan jenis lainnya juga tersedia di konter tersebut. "Kalau yang resmi memang lebih mahal. Namanya juga resmi, pajak masuknya saja sudah berapa. Ini yang BM kualitasnya nggak kalah kok," ujarnya. 

Untuk penjualan BB BM, perempuan berkulit putih itu hanya memberikan garansi yang sangat singkat, yakni satu minggu. Ia mengaku garansi itu sudah tergolong panjang untuk BB BM. "Di toko lain paling tiga hari, ada yang nggak berani memberi garansi," ungkapnya, pekan lalu. 

Ia terus merayu Tribun yang sedang melakukan penelusuran peredaran BB ilegal di Kota Jambi supaya membeli BlackBerry jualannya, dengan pilihan BB resmi dan BB BM. "Kalau yang paling murah juga ini ada, tipe 8330, cuma Rp 500 ribu," bujuknya.

Karyawannya yang juga turut membujuk menambahkan, sudah banyak yang beli BB BM di konter tersebut, dan selama ini tidak ada yang komplain. Ia meyakinkan calon pembeli bahwa BB BM tersebut kualitasnya tidak kalah dengan BB yang resmi. 

"Bedanya hanya pada garansi saja. Kalau BB resmi garansinya sampai dua tahun, kalau BM hanya seadanya. Tapi kita jamin kok, PIN BB BM ini tidak akan suspend," bujuknya. 
Sejumlah konter lainnya yang disambangi Tribun juga mengaku menyediakan blackberry BM. Bahkan pegawai konter tidak takut atau curiga menawarkan produk ilegal itu ke calon pembeli. 

"Mau yang resmi atau yang BM? Kalau yang resmi Rp 3,7 juta, BM cuma Rp 2,5 juta," ujar seorang pegawai konter tak jauh dari konter yang pertama dikunjungi Tribun. 

Ia juga menyebut BB itu dijamin PIN aman seumur hidup. "Selamanya bisa BBM-an," ujarnya. 

Saat bergerak ke pertokoan di kawasan Sipin, hal yang sama juga ditemui Tribun. Hanya saja penjual di kawasan ini tidak sampai blak-blakan seperti penjual di kawasan Pasar. Mereka baru menawarkan produk BM bila dicari calon pembeli. 

Harga blackberry BM pun tidak jauh beda antara di kawasan Pasar dengan di Sipin. Pun soal ketersediaan tipe, di kawasan Sipin juga tersedia aneka pilihan. 

"Mau tipe apa? Banyak kok pilihannya. Sesuaikan saja dengan budget," kata karyawan konter di Sipin.

Amril, seorang penjual handphone, yang juga memperdagangkan produk ilegal, kepada Tribun mengatakan, masyarakat yang memilih BB BM umumnya dari kalangan yang memiliki dana terbatas. "Kalau orang kaya jarang mau beli yang BM," ungkapnya. 

Dia bilang, umumnya pembeli BB BM adalah konsumen yang dananya terbatas, namun ingin mengikuti gaya hidup masyarakat urban masa kini. "Pilihan bagi konsumen saat dananya terbatas beli BM atau bekas," kata pria yang sudah lima tahun berbisnis handphone itu. (*)
Penulis: suang
Editor: suang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
229611 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas