Gaya Lupus Masih Menggoda

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Tokoh Lupus, terus hidup melampaui zamannya.

Gaya Lupus Masih Menggoda
TRIBUNJAMBI/KURNIA PRASTOWO ADI

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Tokoh Lupus, terus hidup melampaui zamannya. Karakter rekaan Hilman Hariwijaya dalam novel itu kini kembali divisualisasikan dalam film berjudul “Bangun Lagi Dong Lupus”. Nonton yuk!

Dan, faktanya Lupus di era anak alay masih menjadi magnit. Buktinya, genre teranyar Lupus yang kini tayang  di Bioskop 21 WTC Batanghari diserbu penonton.

Waitress Bioskop 21 WTC Batanghari, Fefi Ramadhani mengatakan, film yang hadir sejak  4 April ini merupakan film Indonesia yang sangat laris. "Saat film Lupus masuk ke bioskop, kita dalam sehari bisa sampai lima kali tayang, bahkan pernah sampai full theater," ungkapnya Kamis (18/4).

Menurutnya, penonton Lupus saat ini adalah kalangan anak muda. Bahkan, boleh jadi mereka belum lahir ketika novel Lupus terbit pada 1980-an.

Kini, dua minggu “Bangun Lagi Dong Lupus” diputar, peminatnya masih tinggi. Hanya saja, pihak 21 WTC Batanghari mengurangi waktu tayangnya. “Pengurangan menjadi 3 kali tayang karena pihak bioskop menyesuaikan dengan masuknya beberapa film baru, maka untuk film Kupus, sekarang hanya tiga  kali tayang," ucapnya.

Jam tayangnya, pada pukul 12.15, 16.45, dan 19.15.
Untuk harga tiket, dibanderol Rp 35 ribu untuk hari Senin-Jumat dan Rp 40 ribu Sabtu-Minggu.

Ana (21) seorang pengunjung 21 WTC mengatakan, ia mengetahui film Lupus laris sehingga membuatnya penasaran untuk turut menonton.

"Kalau novelnya belum pernah baca sih, tapi katanya novelnya juga laris, makanya saya penasaran ingin menyaksikan filmnya dan ternyata bagus juga, soalnya para pemainnya merupakan pemain baru yang belum pernah tampil di film-film lainnya," ungkapnya.

Toh walau belum membaca novelnya, Ana tahu bila sosok yang dulunya tampil jambul itu doyan mengunyah permen karet. Kata dia, Lupus memiliki gaya tersendiri.

Penonton lainnya, Rudi (38) mengatakan, film Lupus saat ini bisa dikatakan regenerasi dari Lupus tempo dulu. "Kalau Lupus zaman saya, gayanya agak kuno tapi saat itu lagi ngetren-ngetrennya. Untuk lupus saat ini sudah lebih modern, namun tingkah laku pemerannya masih sama. Sama-sama nyetrik, nakal serta mengunyah permen karet juga," ucapnya. (tyo).

Penulis: ekoprasetyo
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help