TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sudah beberapa pekan terakhir masyarakat Jambi digegerkan dengan berkeliarannya harimau Sumatera. Bahkan harimau tersebut telah mendekati wilayah pemukiman penduduk dan mengakibatkan korban jiwa.
"Untuk korban ada 1 yang tewas dan lima luka-luka," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Tri Siswo Rahardjo, Senin (4/2). Dari data yang dilansir BKSDA korban tewas bernama Sutardi (21) alias kancil asal Pacitan, Jawa Timur yang tewas di lokasi Distrik V PT WKS di Desa Suban, Kecamatan Batang Asam pada 24 Januari 2013 lalu.
8 Februari kemarin Fajar (37) karyawan PT Dasa Anugerah Sejati diserang di Desa Lubuk Bernai, Batang Asam, beruntung Fajar berhasil meloloskan diri dengan mendapat luka cakaran di kaki dan gigitan di pundak.
Di hari yang sama warga yang juga sempat dikejar harimau ialah Kasdan (60) lokasi di Desa Tanjung Tayas, korban dikejar harimau waktu membersihkan kebun sawit, namun jarak 5 meter dari Kasdan harimau itu berhenti mengejar Kasdan yang lari mengamankan diri di pos satpam.
Korban luka lagi ialah Legino Murdianto (22) yang mendapat luka di bagian kaki tempat berada di PT CKT Desa Dusun Mudo pada 11 Februari kemarin.
28 Februari lalu Harimau yang sama juga melukai seorang warga Desa Muaro Sebo, Sutrisno (37) yang saat kejadian berada di kebun karet, korban luka di kaki dan dada. Terakhir kemarin si belang juga menyerang Wahyudi (23). Lokasi di kebun karet, di belakang pasar Sungai Landai, Desa Sri Mulyo, Kelurahan Tempino, Mestong Kabupaten Muaro Jambi.