A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Terdakwa Korupsi Unja Divonis Setahun - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribun Jambi

Terdakwa Korupsi Unja Divonis Setahun

Selasa, 26 Februari 2013 09:34 WIB
Terdakwa Korupsi Unja Divonis Setahun
net
Ilustrasi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seusai palu sidang pembacaan vonis diketuk tanda sidang ditutup, M Sarip bergegas meninggalkan ruang sidang dengan wajah datar. Ini tidak seperti sidang sebelumnya, yang begitu sidang usai, terpidana kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Universitas Jambi ini langsung bercengkerama dengan keluarga di dalam ruang sidang.
Sarip berjalan ke parkiran mobil Kejaksaan Negeri Jambi. Tak berapa lama, keluarganya langsung menyusul, untuk bercengkerama.
Kemarin sore, Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jambi yang diketuai Nelson Sitanggang mengetuk palu dan menjatuhkan hukuman satu tahun kurungan kepada Sarip.
Hukuman ini enam bulan lebih rendah enam bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yaitu satu tahun dan enam bulan kurungan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan RS Unja tahap satu senilai Rp 41,3 miliar ini terbukti dalam dakwaan subsidair, namun tidak terbukti dalam dakwaan primair.
Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan tindakan terdakwa, dalam amar putusan, majelis hakim menghukum M Sarip dengan pidana kurungan satu tahun potong masa tahanan, disertai denda sebesar Rp 50 juta diganti hukuman kurungan dua bulan.
Selain itu, majelis hakim juga menghukum mengganti kerugian negara Rp 7,025 miliar lebih. "Menghukum M Sarip MM dengan pidana kurungan satu tahun," kata Nelson Sitanggang, Senin (25/2) sore.
Namun lantaran yang bersangkutan telah menyerahkan uang sebesar Rp 3,3 miliar dan Rp 3,750 miliar lebih, maka uang tersebut dihitung menjadi pengganti kerugian negara. Kelebihan uang pengembalian senilai Rp 25 juta, diserahkan kepada M Sarip.
Dengan hukuman satu tahun kurungan tersebut, artinya pria kelahiran November 1960 itu akan menghuni kurungan sekitar empat bulan lagi. Karena, sudah sejak delapan bulan lalu dia telah ditahan di lembaga pemasyarakatan Jambi. "Masa tahanan sudah sekitar delapan bulanan," ujar Fajarmarta, penasehat hukum Sarip seusai sidang.

Orang lain yang menikmati
Atas keputusan majelis hakim, jaksa penuntut umum mengatakan akan pikir-pikir untuk melakukan kasasi. Sementara, pihak penasehat hukum mengatakan kecewa dan menganggap hukuman tersebut berlebih. Pasalnya, menurut Fajarmarta bukan Sarip yang menikmati. "Kecewa, bukan dia yang menikmati. Kita pikir-pikir dulu," ujarnya.
Kabar berembus terkait kasus, ada orang lain di balik kasus. Dan dalam proyek tersebut, Sarip 'pasang badan' menutup siapa yang berperan dan menikmati hasilnya.
Di proyek RS Unja ini, Sarip dipilih menjadi PPK berdasar SK Rektor Unja (Kemas Arsyad Somad). Padahal sebelumnya sudah ada SK Menteri Pendidikan yang menunjuk Pembantu Rektor II Unja, A Rachman sebagai PPK proyek didanai APBN tahun 2010 itu.
Berjalannya waktu, audit BPK menemukan ada kerugian negara Rp 7,025 miliar. Dalam kapasitas sebagai PPK, M Sarip terseret. Karena membayarkan jumlah uang yang tidak sesuai volume pekerjaan yang dilakukan.
Kesalahan yang dilakukan adalah terjadi dua kali change contract order (CCO), terkait desain juga. Majelis hakim mengatakan seharusnya CCO diikuti perubahan bentuk kontrak, dari semula lunsum berubah menjadi gabungan lunsum dan unit price.
Terdakwa, menurut majelis hakim, seharusnya mengetahui perihal kontrak dan perubahaan kontrak, dan seharusnya melakukan perbaikan terhadap kontrak
Majelis hakim berpendapat, ada kesengajaan terdakwa tetap melakukan pembayaran 100 persen, sehingga negara mengalami kerugian Rp 7,025 miliar. Akibat volume pekerjaan yang tidak terpasang. (sud)
Penulis: duanto
Editor: fifi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
185351 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas